PT. Zam Zam Tour & Travel

Sejarah Penamaan Pintu-Pintu di Masjidil Haram: Makna dan Fungsi di Setiap Gerbang Suci

Masjidil Haram di Makkah bukan saja megah karena ukuran dan kapasitasnya, tapi juga kaya akan detail historis — termasuk nama-nama gerbangnya yang setiap satu punya kisah dan makna tersendiri. Pintu-pintu (gerbang) ini membantu jamaah dalam orientasi, serta menyimbolkan figur, tempat atau peristiwa penting dalam sejarah Islam.

Nama-Nama Utama dan Asal Usulnya

Beberapa pintu atau gerbang di Masjidil Haram yang paling dikenal jamaah beserta asal usul penamaannya adalah sebagai berikut:

  • Bab as‑Salaam (Gerbang Salam) — Nama Arabnya باب السلام (“pintu/gerbang Perdamaian”). Gerbang ini terletak antara bukit Safa dan Marwah, dekat Marwah. Nama ini juga dikenal dengan “gerbang Bani Shaybah” karena dulunya di dekatnya tinggal keluarga Bani Shaybah. 
  • King Abdul Aziz Gate — Merupakan salah satu gerbang utama modern. Disebut dalam sumber sebagai gate nomor 1, di sudut Yaman-Mekkah (Yemeni corner) di Masjidil Haram.
  • King Fahd Gate — Gerbang lainnya yang sangat dikenali jamaah. Dikatakan sebagai gerbang nomor 79 dengan akses dari barat.
  • King Abdullah Gate — Gerbang yang disebut sebagai gerbang terbesar dan tertinggi di kompleks Masjidil Haram. Nama ini muncul dalam artikel yang menyebutkan “King Abdullah Gate in Masjid al-Haram is the largest gate in the world”
  • Bab al‑Fath (Gerbang Fath) — “Fath” dalam bahasa Arab berarti kemenangan atau penaklukan. Gerbang ini disebut dalam sejumlah daftar sebagai salah satu pintu utama yang harus diketahui jamaah
  • Bab al‑Safa (Gerbang Safa) & Bab al‑Marwah (Gerbang Marwah) — Keduanya terletak di dekat area sa’i (antara bukit Safa dan Marwah) dan sering disebut dalam daftar gerbang utama bagi jamaah. Nama-nya merujuk langsung ke bukit Safa dan Marwah yang menjadi bagian rukun sa’i dalam ibadah haji & umrah

Fungsi Nama-Gerbang dalam Pelayanan Jamaah

Penamaan pintu-pintu ini bukan sekadar label. Ada beberapa fungsi praktis dan simbolis yang bisa kita tangkap:

  1. Praktis untuk orientasi — Dengan ribuan jamaah setiap hari, mengetahui nama gerbang memudahkan jamaah dan petugas dalam aliran lalu lintas, penunjukan titik temu, atau rute masuk/keluar. Misalnya, artikel menyebut bahwa jemaah haji dianjurkan mengenali “10 nama dan lokasi pintu atau gate Masjidil Haram” agar tidak tersesat.
  2. Simbol sejarah & penghormatan — Nama-nama seperti Bilal, Ismail, Hunain, dll., menunjukkan penghormatan terhadap tokoh dan peristiwa Islam. Sebagai contoh: Bab Bilal dinamai untuk menghormati sahabat Bilal ibn Rabah
  3. Penanda fungsi khusus — Gerbang-gerbang tertentu dirancang untuk akses cepat, rute khusus saudara jamaah, atau jalur darurat. Misalnya artikel menyebut bahwa beberapa gerbang besar ditempatkan untuk mengarahkan arus jamaah agar tidak bertumpuk

Jumlah dan Perkembangan Gerbang

Sumber-sumber terbaru menyebut bahwa jumlah gerbang di Masjidil Haram telah mencapai angka yang besar dan terus berkembang seiring perluasan kompleks.

  • Salah satu artikel menyebut bahwa Masjidil Haram memiliki sekitar 210 gerbang setelah perluasan terkini.
  • Sumber Indonesia-Bahasa menyebut bahwa sebelum revitalisasi jumlah seluruh pintu mencapai 120 buah, dan terdapat kelompok pintu bernama-nama utama seperti King Fahd, King Abdul Aziz, Safa-Marwah yang mencakup nomor pintu tertentu.

Catatan untuk Jamaah Umrah/Haji

Bagi jamaah — baik yang melakukan umrah maupun haji — mengenali nama pintu gerbang dapat sangat membantu:
– Memudahkan menentukan titik masuk atau penginapan dekat mana yang paling nyaman.
– Mengurangi kebingungan ketika keluar dari masjid (terutama saat sangat ramai).
– Sebagai bagian dari persiapan mental agar perjalanan ibadah menjadi lebih tertata dan tenang.

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *