PT. Zam Zam Tour & Travel

Wamenhaj Tinjau Lokasi Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah

zamzamumroh.id — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Arab Saudi meninjau langsung lokasi rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah. Proyek ini digagas untuk meningkatkan pelayanan bagi jemaah haji dan umrah asal Indonesia.

Pusat Layanan Terpadu untuk Jemaah Indonesia

Kampung Haji Indonesia dirancang sebagai kawasan akomodasi dan layanan terpadu bagi jemaah haji maupun umrah. Proyek ini diinisiasi oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bersama sejumlah lembaga terkait di Indonesia.

Tujuan utamanya adalah menyediakan fasilitas yang layak, nyaman, dan strategis di dekat Masjid al-Haram. Selain itu, kawasan ini akan menjadi pusat kegiatan pembinaan manasik, layanan kesehatan, serta logistik jemaah.

Wamenhaj Dukung Rencana Pembangunan

Dalam kunjungannya, Wamenhaj menyambut baik inisiatif pemerintah Indonesia tersebut. Ia menilai proyek ini sejalan dengan visi Arab Saudi dalam meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh jemaah dunia.

Selain meninjau lahan, tim gabungan Indonesia dan Arab Saudi juga membahas regulasi kepemilikan, rencana desain, serta mekanisme pengelolaan aset di kawasan suci Makkah.

Lokasi Strategis Dekat Masjid al-Haram

Salah satu lokasi yang sedang dikaji terletak di kawasan Jabal Hindawiyah, hanya sekitar dua kilometer dari Masjid al-Haram. Lahan yang diusulkan mencakup area seluas 80 hektar, cukup untuk menampung fasilitas akomodasi, pusat layanan, dan area komersial.

Proses tender resmi rencananya akan dimulai pada 30 Oktober 2025, diikuti dengan pengumuman hasil tender sebelum akhir tahun.

Fasilitas yang Akan Dibangun

Kampung Haji Indonesia akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang ibadah dan kebutuhan jemaah, antara lain:

  • Hotel dan apartemen bagi jemaah Indonesia.
  • Klinik kesehatan dengan layanan khusus bagi lansia.
  • Pusat manasik dan edukasi untuk pembinaan sebelum dan selama ibadah.
  • Pusat layanan terpadu yang menangani administrasi dan logistik.
  • Area komersial sebagai sumber pendanaan berkelanjutan.

Dengan konsep ini, jemaah diharapkan dapat menikmati pelayanan lebih efisien, sekaligus menghemat biaya akomodasi.

Proyek Strategis dan Simbol Diplomasi

Pemerintah Indonesia berharap, proyek ini tidak hanya menjadi pusat layanan jemaah, tetapi juga simbol kerja sama erat Indonesia–Arab Saudi.

Selain itu, kepemilikan aset permanen di Makkah akan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia.

“Pembangunan Kampung Haji Indonesia diharapkan membawa manfaat jangka panjang, baik dari sisi pelayanan maupun diplomasi,” ujar salah satu pejabat BPI Danantara.

Tantangan yang Masih Dihadapi

Meski ambisius, proyek ini tetap menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah regulasi kepemilikan lahan di Makkah yang diatur ketat oleh pemerintah Arab Saudi.

Selain itu, harga lahan di sekitar Masjid al-Haram tergolong tinggi. Karena itu, pemilihan lokasi dan skema kerja sama menjadi faktor penting agar proyek berjalan efektif.

Harapan ke Depan

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, pembangunan Kampung Haji Indonesia akan dimulai setelah proses tender selesai. Proyek ini diharapkan beroperasi dalam beberapa tahun ke depan.

Keberhasilan proyek ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana Indonesia mengelola dan memanfaatkan kawasan tersebut untuk kepentingan jemaah secara berkelanjutan.

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *