PT. Zam Zam Tour & Travel

Kenapa Dinamakan Masjidil Haram? Rahasia di Balik Nama Rumah Allah yang Paling Mulia

zamzamumroh.id – Setiap Muslim tentu mengenal nama Masjidil Haram, masjid paling suci di dunia yang menjadi pusat ibadah umat Islam. Namun, tahukah Anda apa arti sebenarnya dari nama “Masjidil Haram”? Mengapa tidak disebut dengan nama lain, padahal di dunia ada banyak masjid besar dan bersejarah?

Mari kita bahas makna mendalam di balik nama agung ini — nama yang sudah disebut dalam Al-Qur’an dan memiliki kisah panjang sejak zaman Nabi Ibrahim AS.

Arti Kata Masjidil Haram

Secara bahasa, Masjidil Haram (المسجد الحرام) berasal dari dua kata Arab:

  • Masjid (مسجد) artinya tempat bersujud, yaitu tempat untuk beribadah dan salat kepada Allah.
  • Al-Haram (الحرام) artinya yang dihormati, disucikan, atau terlarang.

Jadi, secara harfiah Masjidil Haram berarti “Masjid yang disucikan” atau “Masjid yang dihormati”.
Kata haram di sini bukan dalam arti “tidak boleh”, tetapi bermakna “tempat yang dimuliakan dan dijaga kesuciannya”.

Disebut Langsung dalam Al-Qur’an

Nama Masjidil Haram disebut beberapa kali dalam Al-Qur’an. Salah satunya dalam surat Al-Isra ayat 1, ketika Allah berfirman:

“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya…”
(QS. Al-Isra: 1)

Ayat ini menjelaskan peristiwa Isra Mi’raj, di mana Rasulullah ﷺ memulai perjalanan agungnya dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina.

Artinya, sejak zaman Nabi Muhammad ﷺ, nama Masjidil Haram sudah menjadi sebutan resmi yang diakui dalam wahyu Allah.

Mengapa Disebut “Haram”?

Istilah haram pada Masjidil Haram merujuk pada kesucian wilayahnya, bukan larangan secara umum. Ada beberapa alasan mengapa wilayah ini disebut haram:

  1. Ditetapkan langsung oleh Allah SWT sebagai Tanah Suci yang dijaga kehormatannya.
    Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah ﷺ bersabda:


    “Sesungguhnya kota ini (Makkah) telah disucikan oleh Allah pada hari Dia menciptakan langit dan bumi. Ia tetap suci dengan kesucian dari Allah sampai hari kiamat.”

  2. Ada larangan melakukan hal-hal tertentu di dalamnya.
    Di dalam wilayah Haram, dilarang menumpahkan darah, berburu binatang, mencabut tanaman, atau bahkan menebang pohon tanpa alasan syar’i. Semua ini sebagai bentuk penghormatan terhadap kesuciannya.
  3. Menjadi tempat paling aman di muka bumi.
    Allah menjadikan Masjidil Haram sebagai tempat perlindungan. Dalam Al-Qur’an disebutkan:


    “Dan barang siapa memasukinya (Masjidil Haram), maka ia aman.”
    (QS. Ali Imran: 97)

Bukan Sekadar Masjid, tapi Wilayah Suci

Menariknya, istilah Masjidil Haram tidak hanya menunjuk pada bangunan masjid yang mengelilingi Ka’bah saja, tetapi meliputi seluruh kawasan tanah haram Makkah — area yang telah ditetapkan batas-batasnya sejak zaman Nabi Ibrahim AS.

Wilayah ini meluas hingga beberapa kilometer dari pusat Ka’bah dan memiliki status suci yang sama. Siapa pun yang memasuki wilayah haram ini wajib menjaga adab, niat, dan amal perbuatannya.

Hubungan dengan Ka’bah

Masjidil Haram menjadi suci karena di dalamnya terdapat Ka’bah, rumah pertama yang dibangun di bumi untuk menyembah Allah SWT.
Ka’bah adalah pusat arah kiblat seluruh umat Islam, dan keberadaannya menjadikan area sekitarnya memiliki kemuliaan luar biasa.

Oleh karena itu, setiap masjid di dunia menghadap ke Masjidil Haram, menjadikannya poros persatuan umat Islam.

Keistimewaan Nama Ini

Nama Masjidil Haram bukan hanya penanda geografis, tetapi juga pengingat bagi setiap muslim tentang adab dan kehormatan di hadapan Allah.
Setiap kali mendengar nama ini, kita diingatkan bahwa di sanalah:

  • dosa dihapus,
  • doa dikabulkan,
  • dan pahala ibadah dilipatgandakan hingga 100.000 kali dibandingkan salat di masjid lain.

Penutup

Jadi, kenapa dinamakan Masjidil Haram?
Karena ia adalah masjid yang paling suci, paling aman, dan paling dihormati di muka bumi, tempat di mana setiap langkah dan niat harus disertai rasa hormat kepada Allah SWT.

Masjidil Haram bukan sekadar bangunan megah, melainkan simbol kesatuan dan kesucian umat Islam di seluruh dunia.

Dan bagi jamaah yang berkesempatan datang bersama Zam Zam Tour, memahami makna nama ini membuat setiap langkah menuju Ka’bah menjadi lebih bermakna — bukan hanya perjalanan fisik, tapi juga perjalanan hati menuju kesucian sejati.

Zam Zam Tour
Mendekatkan Anda pada makna terdalam di balik setiap perjalanan menuju Tanah Suci

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *