PT. Zam Zam Tour & Travel

Sejarah Kubah Hijau di Masjid Nabawi

zamzamumroh.id – Kubah Hijau atau al-Qubbah al-Khaḍrāʾ yang berdiri megah di atas makam Rasulullah ﷺ di Masjid Nabawi, Madinah, merupakan salah satu simbol paling terkenal dalam sejarah Islam. Namun, kubah ini tidak hadir sejak masa Nabi. Kisah terbentuknya Kubah Hijau mencerminkan perjalanan panjang arsitektur dan spiritualitas umat Islam dari masa ke masa.

Asal-Usul dan Kondisi Masjid Nabawi pada Masa Rasulullah ﷺ

Masjid yang Sederhana tanpa Kubah

Pada masa Rasulullah ﷺ, bangunan Masjid Nabawi sangat sederhana. Dindingnya terbuat dari bata tanah liat, atapnya dari pelepah kurma, dan lantainya berpasir. Tidak ada hiasan, menara, atau kubah di atasnya. Fungsinya murni sebagai tempat ibadah, majelis ilmu, dan pusat kehidupan umat Islam di Madinah.

Pemakaman Rasulullah ﷺ di Rumah Aisyah

Setelah Rasulullah ﷺ wafat, beliau dimakamkan di kamar istrinya, Aisyah radhiyallāhu ‘anhā, yang berdampingan dengan masjid. Area makam ini awalnya tidak memiliki tanda khusus selain dinding pembatas sederhana yang menjaga kehormatannya. Selama berabad-abad, tempat ini tetap dijaga kesederhanaannya.

Pembangunan Kubah Pertama pada Masa Mamluk

Kubah Kayu di Era Sultan al-Mansur Qalawun

Kubah pertama di atas makam Nabi ﷺ dibangun pada masa pemerintahan Sultan al-Mansur Qalawun dari Dinasti Mamluk sekitar tahun 1279 M (678 H). Struktur awalnya terbuat dari kayu dan pada masa itu belum dicat hijau. Fungsinya lebih sebagai pelindung bagian atas makam agar tidak rusak akibat cuaca.

Renovasi Besar oleh Sultan Qaitbay setelah Kebakaran

Ketika kebakaran besar melanda Masjid Nabawi pada abad ke-15, Sultan Qaitbay memerintahkan renovasi besar-besaran. Kubah kayu diganti dengan struktur batu yang lebih kuat dan dilapisi timah untuk melindungi dari panas dan hujan. Dari sinilah bentuk dasar Kubah Hijau mulai terbentuk.

Perkembangan di Masa Kesultanan Utsmani

Perbaikan dan Penguatan Struktur Kubah

Ketika kekuasaan beralih ke Kesultanan Utsmani, perhatian terhadap Masjid Nabawi semakin besar. Sultan Suleiman al-Qanuni dan penerusnya, Sultan Mahmud II, memperkuat struktur kubah serta memperindah arsitekturnya.

Kubah Dicat Hijau pada Masa Sultan Mahmud II

Pada masa Sultan Mahmud II, sekitar tahun 1818 M, kubah disempurnakan menjadi bentuk seperti sekarang. Awalnya berwarna abu-abu kebiruan, kubah ini baru dicat hijau pada tahun 1837 M. Sejak itu, ia dikenal sebagai Kubah Hijau (Green Dome). Warna hijau dipilih karena melambangkan kedamaian, kesejukan, dan menjadi warna yang sangat identik dengan Islam.

Tantangan dan Pelestarian Kubah Hijau

Masa Kekuasaan Awal Keluarga Saud

Pada awal abad ke-19, ketika pasukan keluarga Saud menguasai Madinah, banyak kubah dan makam di sekitar kota dihancurkan karena dianggap berpotensi menimbulkan praktik syirik. Namun, Kubah Hijau dibiarkan berdiri karena berada di dalam kompleks Masjid Nabawi dan memiliki nilai historis serta spiritual yang sangat tinggi.

Pemulihan Kembali oleh Ottoman

Setelah Ottoman kembali berkuasa, kubah diperbaiki lagi tanpa mengubah bentuk dasarnya. Struktur arsitekturnya diperkuat agar tahan terhadap waktu dan cuaca, menjadikannya salah satu peninggalan Islam paling kokoh hingga kini.

Makna Spiritual dan Simbolisme Kubah Hijau

Tanda Makam Rasulullah ﷺ dan Sahabatnya

Kubah Hijau menandai lokasi makam Rasulullah ﷺ, Abu Bakar ash-Shiddiq, dan Umar bin al-Khaththab. Bagi umat Islam, ia bukan sekadar elemen arsitektur, tetapi simbol cinta dan kerinduan kepada Nabi ﷺ.

Simbol Cinta dan Kerinduan Umat Islam

Setiap peziarah yang datang ke Madinah hampir selalu menatap Kubah Hijau dengan haru. Warna hijau yang meneduhkan seolah menjadi lambang kedamaian dan rahmat yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ untuk seluruh umat manusia.

Perawatan dan Pelestarian di Masa Modern

Upaya Pemerintah Arab Saudi

Di bawah pemerintahan Kerajaan Arab Saudi, Kubah Hijau terus dirawat dengan penuh kehati-hatian. Dalam berbagai proyek perluasan Masjid Nabawi, struktur kubah diperkuat tanpa mengubah bentuk aslinya.

Kubah Hijau sebagai Warisan Sejarah dan Spiritual Islam

Kini, Kubah Hijau menjadi salah satu ikon paling berharga dalam sejarah Islam. Ia bukan hanya pemandangan indah yang menenteramkan hati, tetapi juga saksi bisu perjalanan panjang umat Islam dari masa Rasulullah ﷺ hingga era modern.

Referensi:

Liputan6 & Detik.com, “Sejarah Kubah Hijau di Masjid Nabawi”, diakses 2023.

Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Madina Munawwara: Sejarah Masjid Nabawi. Madinah: Madinatul Munawwarrah, 2004.

Hilmi, Abd Al-Fattah. The History of Al-Masjid al-Nabawi (Mosque of the Prophet), 1948.

In the Shade of the Green Dome, koleksi kajian sejarah Masjid Nabawi.

Wikipedia – Green Dome dan Prophet’s Mosque.

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *