zamzamumroh.id – Masjid Nabawi di Madinah adalah salah satu masjid tersuci bagi umat Islam, dan selain area yang sering dikunjungi (ruang utama lantai dasar, area Ar‑Raudhah ash‑Sharīfah, makam Nabi ﷺ), terdapat bagian-bagian yang kurang diperhatikan khususnya lantai dua (upper floor / mezzanine / lantai atas) yang ternyata menyimpan beberapa hal menarik. Berikut adalah ulasan mendalam tentang lantai dua: apa saja fungsi, keunikan, tips-kunjungan, dan hal yang “jarang diketahui”.
1. Fungsi & Letak Lantai Dua
- Menurut catatan arsitektur, Masjid Nabawi dibangun dengan “rectangular plan on two levels” (dua tingkat) dalam ekspansi-modernnya.
- Lantai dua ini bukan bagian dari bangunan asli zaman Nabi ﷺ, tetapi bagian dari pengembangan perluasan modern yang memungkinkan kapasitas jamaah lebih banyak dan memberikan akses tambahan.
- Salah satu sumber menyebut bahwa “upper level alone is projected to accommodate approximately 180,000 worshipers” dalam ekspansi bagian timur.
- Dari sisi praktis, lantai dua sering digunakan sebagai ruang salat tambahan (overflow prayer area) dan juga sebagai akses ke atap/roof masjid. Misalnya ada feedback dari jamaah bahwa tangga ke roof bisa ditemukan setelah pintu tertentu.
2. Keunikan & Hal-Jarang Diketahui
a) Pandangan & suasana berbeda
- Karena lantai dua berada sedikit lebih tinggi dari lantai dasar, dari sini jamaah dapat memperoleh sudut pandang yang berbeda ke bagian masjid terutama ke interior kubah, domes, dan struktur tiang-kolom yang mungkin tak tampak dari lantai dasar.
- Beberapa jamaah menyebut bahwa lantai dua / atap merupakan tempat favorit mereka untuk salat Tahajjud atau saat suasana lebih tenang.
b) Sistem akses & teknis modern
- Untuk mencapai lantai dua, dalam ekspansi modern terdapat tangga eskalator atau tangga biasa yang diarahkan ke lantai atas/roof.
- Secara struktur, ventilasi, AC, dan sistem teknis terintegrasi menjadikan lantai dua bagian utuh dari keseluruhan masjid.
c) Area lihat yang “terselip”
- Tidak semua orang tahu bahwa bagian atas bisa menjadi pilihan ketika lantai dasar penuh, terutama pada waktu-waktu ramai seperti Jumat, Ramadan, musim haji. Salat di lantai atas tetap sah bila terhubung dengan imam, saf, dan audio masjid utama.
- Namun ada batasan: misalnya atap atau bagian ekstensi mungkin hanya untuk laki-laki atau dibatasi aksesnya.
d) Kapasitas & fungsi overflow
- Karena lantai dasar penuh saat puncak, lantai dua, atap, dan area luar difungsikan sebagai ruang salat tambahan yang tetap bagian dari masjid utama.
3. Petunjuk Praktis untuk Pengunjung
- Akses ke lantai dua: Cari pintu-tangga yang mengarah ke “upper/roof” setelah masuk melalui sejumlah gerbang/pintu masjid. Beberapa jamaah menyebut pintu 24 atau pintu dekat tangga ke roof.
- Waktu terbaik: Jika ingin mencoba lantai dua atau atap, datang lebih awal saat shalat berjamaah seperti Maghrib/Isha atau Tahajjud saat malam. Karena area ini cepat terisi.
- Bagi wanita: Pastikan tanyakan akses beberapa lantai atas atau roof mungkin hanya untuk laki-laki atau akses wanita terbatas. Pengalaman jamaah menunjukkan bahwa roof di Masjid Nabawi waktunya terbatas untuk wanita.
- Kondisi kenyamanan: Karena lantai atas lebih terbuka, angin bisa lebih terasa; gunakan alas kecil atau permadani bila perlu.
- Etika saf & audio imam: Karena Anda berada di tingkat atas, pastikan saf (barisan jamaah) sejajar dan Anda mendengar adzan/iqamah serta mengikuti imam ini penting agar salat Anda valid sebagai bagian dari jamaah.
4. Nilai Spiritual & Catatan Khusus
- Meski lantai dua bersifat tambahan, banyak ulama tetap menilai salat di sana utama jika masih terhubung dan syarat terpenuhi.
- Namun demikian, tempat-tempat paling utama masih di lantai dasar, area Rawdah dan makam Nabi ﷺ. Lantai dua bisa menjadi pilihan bila lantai dasar penuh, dan tetap dihargai.
- Karena lantai dua ini kurang “viralkan” di blog-travel umum, pemahaman bahwa “hanya lantai dasar yang sah” adalah keliru justru semua ruang yang menjadi satu kesatuan kompleks masjid yang dikelola resmi masuk dalam ruang salat berjamaah.
Lantai dua di Masjid Nabawi adalah bagian yang sangat penting dan menarik meskipun kurang diperhatikan oleh sebagian jamaah. Dari sisi teknis-arsitektur hingga sudut pandang salat yang berbeda, tempat ini memberikan alternatif yang bagus, terutama pada masa ramai. Bagi para jamaah yang berkunjung ke Madinah, mengetahui dan memanfaatkan lantai ini bisa membuat pengalaman ibadah menjadi lebih baik dan lebih nyaman.







