zamzamumroh.id – Pada akhir zaman, banyak riwayat yang menunjukkan bahwa kota suci Madinah akan menjadi salah satu tempat yang terlindung khusus dari fitnah besar yang akan datang, yaitu fitnah Dajjal.
Status Madinah sebagai tempat terlindung
Terdapat beberapa hadits yang sahih menyebutkan bahwa fitnah Dajjal tidak akan memasuki Madinah:
- Dari Abu Bakra, Nabi ﷺ bersabda: “Ketakutan yang disebabkan oleh Al-Masih ad-Dajjâl tidak akan masuk ke Madinah, dan pada hari itu Madinah mempunyai tujuh pintu, pada masing-masing pintu dua malaikat.” (HR Sahih al‑Bukhari 7125)
- Dari Anas bin Malik, Nabi ﷺ bersabda: “Tidak ada suatu negeri yang tidak akan dimasuki Dajjal kecuali Makkah dan Madinah; dan tidak ada jalan masuk ke keduanya kecuali para malaikat berjajar menjaganya. Kemudian Madinah akan berguncang tiga kali, dengan penduduknya.” (HR Sahih Muslim 2943a)
- Ada pula riwayat: “Di atas setiap penjuru Madinah ada malaikat, sehingga wabah/thâ’un dan Dajjal tidak bisa memasukinya.” (HR Bukhari & Muslim)
Dari riwayat-riwayat ini dapat diambil pemahaman bahwa Madinah memiliki kedudukan istimewa dalam konteks eskatologis Islam sebagai kota yang dilindungi dari salah satu fitnah terbesar: Dajjal.
Apa arti “terlindung” di sini?
Ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan agar tidak salah memahami:
- “Tidak akan dimasuki Dajjal” tidak berarti bahwa Madinah bebas dari segala ujian atau bahaya, melainkan khusus terhadap fitnah Dajjal sebagaimana disebut dalam hadits.
- Hadits menyebut guncangan (“guncang tiga kali”) dan pengusiran orang-kafir serta munafik dari Madinah setelah itu.
- Perlindungan itu adalah oleh Allah dengan adanya para malaikat yang menjaga pintu-jalan Madinah. Ini menunjukkan bahwa status “aman” itu diberikan secara ilahiyah dan bukan semata manusiawi.
- Al-Qur’an tidak menyebut Madinah terlindung dari Dajjal; penyebutannya berasal dari hadits, bukan ayat secara eksplisit. (Namun ada ayat yang menyebut kota Madinah sebagai kota suci/haram untuk memudahkan pemahaman tentang kesuciannya)
- Meski demikian, keberadaan hadits-sahih ini cukup untuk menyimpulkan keyakinan bahwa Madinah memiliki keistimewaan besar di hari akhir.
Hikmah dan Pelajaran bagi Umat
Beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari fakta ini:
- Keutamaan Madinah: Tidak hanya sebagai kota Rasulullah ﷺ, tapi juga sebagai tempat yang diberkahi dan disucikan, sehingga menjadi tempat yang penuh harapan dan ketenangan bagi mukmin.
- Motivasi untuk menjaga iman: Kalau kota seperti Madinah pun dijamin perlindungannya dari fitnah Dajjal, maka kita sebagai individu harus menjaga diri agar termasuk orang yang terlindungi dengan iman dan taat.
- Hadits tentang Dajjal mengingatkan bahwa dunia fana dan fitnah besar akan datang, namun Allah selalu melindungi.
- Sikap terhadap kota suci: Umat Islam hendaknya menghormati Madinah, menjaga akhlak ketika berada di sana, karena ia bukan sekadar tempat historis tapi juga punya status spiritual.
Catatan Metodologi dan Peringatan
- Meskipun banyak hadits yang sahih menyebutkan keistimewaan Madinah, kita harus berhati‐hati dalam menafsirkan maknanya agar tidak keluar dari batas. Beberapa orang bisa salah paham bahwa tinggal di Madinah otomatis menjamin keselamatan dari semua fitnah—ini tidaklah benar. Keimanan, ketakwaan, dan amal saleh tetap utama.
- Hadits tentang perlindungan Madinah berlaku saat munculnya Dajjal, bukan berarti bebas ujian sebelumnya.
- Kata “aman” di sini bersifat relatif: kota terlindung dari Dajjal tapi bukan berarti bebas dari semua kesulitan atau wajib ada semua penghuni kota itu selamat secara mutlak.
Kota Madinah memiliki status khusus dalam eskatologi Islam sebagai tempat yang diberi perlindungan dari fitnah Dajjal. Hadits-sahih menunjukkan bahwa Dajjal tidak akan memasuki Madinah, dan bahwa pintu-jalan kota itu dijaga oleh para malaikat. Inilah menjadi alasan mengapa Madinah dianggap sebagai tempat aman di akhir zaman. Namun, keistimewaan ini tidak menggantikan kewajiban iman dan amal bagi setiap muslim.
Semoga kita diberi taufik untuk menghayati keutamaan ini, serta menjadikan Madinah bukan hanya sebagai tujuan ziarah, tetapi juga sebagai inspirasi spiritual untuk menjaga iman dan menghadapi masa‐akhir yang penuh ujian.
Referensi
- “There are angels guarding the entrances (or roads) of Madina, neither plague nor Ad-Dajjâl will be able to enter it.” HR Bukhari (Kitab Virtues of Madinah) IIUM+1
- “There will be no land which Ad-Dajjâl will not enter except Makkah and Madinah… Madinah will be shaken three times…” HR Sahih Muslim 2943a Sunnah+1
- “The terror caused by Al-Masih ad-Dajjâl will not enter Madinah … at that time Madinah will have seven gates …” HR Bukhari 7125 Sunnah+1
- Detik Hikmah: Artikel “Benarkah Makkah dan Madinah Terjaga dari Fitnah Dajjal?”







