PT. Zam Zam Tour & Travel

Masjid Khandaq: Jejak Doa dan Keteguhan Rasulullah di Tengah Kepungan Musuh

zamzamumroh.id – Jika kita melangkah ke utara Kota Madinah, di kawasan bersejarah yang tenang, terdapat sebuah masjid yang menyimpan kisah luar biasa tentang kesabaran, strategi, dan keteguhan iman Rasulullah ﷺ. Masjid itu dikenal dengan nama Masjid Al-Khandaq — atau Masjid Tujuh, karena di sekitarnya dahulu berdiri tujuh masjid kecil tempat Rasulullah dan para sahabat berdoa saat menghadapi salah satu pertempuran paling berat dalam sejarah Islam: Perang Khandaq.

Terjadinya Perang Khandaq

Pada Tahun kelima Hijriah, kabar menggetarkan datang. Pasukan gabungan Quraisy, Yahudi, dan suku-suku Arab berjumlah sekitar sepuluh ribu orang bersiap menyerang Madinah. Kaum Muslimin saat itu hanya berjumlah sekitar tiga ribu. Namun Rasulullah ﷺ tidak panik — beliau mengajak para sahabat bermusyawarah.

Strategi Parit: Usulan Salman Al-Farisi

Dari usulan sahabat Salman Al-Farisi, muncul ide luar biasa : menggali parit (khandaq) di sekitar Madinah untuk menghadang pasukan musuh. Selama berhari-hari Rasulullah ﷺ ikut menggali parit bersama para sahabat. Tangan beliau yang mulia memegang cangkul, tubuh beliau penuh debu, namun hati beliau penuh doa dan semangat.

Batu Besar dan Cahaya Mukjizat

Dalam satu riwayat disebutkan, saat para sahabat menggali parit, mereka mendapati batu besar yang tidak bisa dipecahkan. Rasulullah ﷺ pun turun tangan. Beliau memukul batu itu tiga kali dengan kapak, dan setiap kali memukul, memercikkan cahaya. Rasulullah bersabda:

“Dengan cahaya pertama, aku melihat istana-istana Kisra (Persia). Dengan cahaya kedua, aku melihat istana Romawi. Dan dengan cahaya ketiga, aku melihat istana Yaman.”
(HR. Ahmad)

Perkataan itu bukan sekadar mukjizat, tapi isyarat kemenangan Islam yang akan meluas ke berbagai negeri.

Pengepungan Pasukan Gabungan Quraisy

Pasukan musuh mengepung Madinah selama hampir sebulan. Cuaca dingin, makanan menipis, dan rasa takut menghampiri hati kaum Muslimin.
Namun Allah menurunkan pertolongan-Nya. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika pasukan-pasukan datang menyerangmu, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin dan pasukan yang tidak kamu lihat.”
(QS. Al-Ahzab: 9)

Angin kencang dan badai menghancurkan tenda-tenda musuh, memadamkan api unggun mereka, dan membuat pasukan kafir berantakan. Akhirnya, mereka mundur tanpa pertempuran besar kemenangan yang datang dari langit.

Masjid Khandaq dan Masjid Tujuh pada Masa Kini

Di tempat para sahabat dulu menggali parit dan berdoa, kini berdiri Masjid Khandaq. Masjid ini juga sering disebut Masjid Al-Fath, karena di sinilah Rasulullah ﷺ memanjatkan doa panjang hingga kemenangan tiba.

Masjid ini memiliki arsitektur sederhana namun menenangkan. Banyak jamaah yang datang untuk shalat dua rakaat, memohon keteguhan hati seperti Rasulullah dan para sahabat.

Dari area masjid, kita masih bisa melihat perbukitan Uhud di kejauhan dan membayangkan bagaimana medan perang dulu terbentang di depan mata.

Perang Khandaq mengajarkan kita bahwa kemenangan bukan datang dari jumlah dan kekuatan, tapi dari kesabaran, doa, dan kebersamaan dalam ketaatan.
Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sungguh, sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
(HR. Ahmad)

Masjid Khandaq menjadi simbol bahwa di tengah keterbatasan, ada pertolongan Allah yang selalu datang bagi mereka yang sabar dan yakin.

Kini, ketika Anda berdiri di halaman Masjid Khandaq bersama Zam Zam Tour, cobalah pejamkan mata sejenak. Rasakan hembusan angin Madinah yang sama seperti saat Rasulullah ﷺ dan para sahabat menggali parit.
Di sinilah doa dan perjuangan menyatu — di sinilah sejarah berbicara bahwa keteguhan iman mampu menundukkan pasukan sebesar apa pun.


Referensi:

  1. Ar-Raheeq al-Makhtum – Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri.
  2. Shahih al-Bukhari dan Muslim, Kitab al-Maghazi.
  3. Tafsir Ibnu Katsir, QS. Al-Ahzab: 9–27.
  4. Sirah Ibnu Hisham.
  5. Catatan perjalanan ziarah Madinah – Zam Zam Tour.

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *