zamzamumroh.id – Dalam rangkaian ibadah thawaf di Masjidil Haram, terdapat amalan-amalan sunnah yang memiliki keutamaan besar, salah satunya adalah mengusap Rukun Yamani. Rukun Yamani adalah salah satu sudut Ka’bah yang terletak sebelum Hajar Aswad jika memulai thawaf dari arah Hajar Aswad.
Dalil Hadis Tentang Sunnah Mengusap Rukun Yamani
Mengusap Rukun Yamani merupakan sunnah yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah ﷺ dan mengandung pahala serta keberkahan bagi jamaah yang melakukannya sesuai tuntunan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ لَا يَدَعُ أَنْ يَسْتَلِمَ الرُّكْنَ الْيَمَانِيَّ وَالْحَجَرَ الْأَسْوَدَ فِي كُلِّ طَوَافٍ
“Rasulullah ﷺ tidak pernah meninggalkan untuk mengusap Rukun Yamani dan Hajar Aswad dalam setiap thawaf.”
(HR. Ahmad)
Mengusap Rukun Yamani Termasuk Sunnah Muakkadah
Hadis ini menunjukkan bahwa mengusap Rukun Yamani adalah sunnah muakkadah, selama jamaah mampu melakukannya tanpa menyakiti diri sendiri atau orang lain.
Keutamaan mengusap Rukun Yamani juga disebutkan dalam hadis yang menjelaskan penghapusan dosa. Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ مَسْحَ الْحَجَرِ الْأَسْوَدِ وَالرُّكْنِ الْيَمَانِيِّ يَحُطَّانِ الْخَطَايَا حَطًّا
“Sesungguhnya mengusap Hajar Aswad dan Rukun Yamani dapat menggugurkan dosa-dosa.”
(HR. Ahmad)
Hadis ini menunjukkan bahwa amalan sederhana seperti mengusap Rukun Yamani memiliki dampak besar dalam membersihkan dosa, selama dilakukan dengan keimanan dan keikhlasan.
Berbeda dengan Hajar Aswad yang disunnahkan untuk dicium atau diusap dan diberi isyarat jika tidak mampu, Rukun Yamani hanya disunnahkan untuk diusap dengan tangan. Jika tidak memungkinkan untuk mengusapnya karena kondisi padat, maka jamaah tidak disunnahkan untuk memberi isyarat, tetapi cukup melewatinya sambil berdzikir.
Ibnu Umar رضي الله عنهما berkata:
مَا تَرَكْتُ اسْتِلَامَ هَذَيْنِ الرُّكْنَيْنِ مُنْذُ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَسْتَلِمُهُمَا
“Aku tidak pernah meninggalkan mengusap dua rukun ini sejak aku melihat Rasulullah ﷺ mengusap keduanya.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Para ulama menjelaskan bahwa keutamaan Rukun Yamani terletak pada fakta bahwa sudut ini berada di atas pondasi asli Ka’bah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim عليه السلام, sehingga memiliki kedudukan khusus dibandingkan dua rukun lainnya.
Namun, penting untuk diingat bahwa kesempurnaan thawaf tidak bergantung pada mengusap Rukun Yamani. Thawaf tetap sah meskipun tidak mengusapnya. Yang lebih utama adalah menjaga keselamatan, ketertiban, dan kekhusyukan ibadah.
Mengusap Rukun Yamani hendaknya dilakukan dengan penuh adab, tanpa dorong-dorongan, serta diiringi dengan doa dan dzikir. Doa yang sering dibaca Rasulullah ﷺ di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad adalah:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(HR. Abu Dawud)
Semoga Allah ﷻ menerima setiap thawaf yang kita lakukan, mengampuni dosa-dosa kita melalui amalan sunnah ini, dan menjadikan ibadah di Masjidil Haram sebagai sebab turunnya rahmat dan keberkahan.
Referensi Ilmiah
- HR. Ahmad:
- Hadis keutamaan mengusap Rukun Yamani dan penghapusan dosa
- Hadis keutamaan mengusap Rukun Yamani dan penghapusan dosa
- HR. Al-Bukhari dan Muslim:
- Hadis Ibnu Umar tentang mengusap dua rukun
- Hadis Ibnu Umar tentang mengusap dua rukun
- HR. Abu Dawud:
- Doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad
- Doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad
- An-Nawawi, Al-Idhah fi Manasik Al-Hajj wal ‘Umrah
- Ibnu Hajar Al-‘Asqalani, Fathul Bari







