Bagi jamaah yang baru pertama kali datang ke Masjid Nabawi, Madinah, luasnya kawasan masjid bisa membuat sedikit kebingungan. Apalagi, terdapat banyak pintu yang memiliki nomor berbeda.
Namun, ada cara sederhana untuk membantu jamaah mengenali arah. Pintu-pintu Masjid Nabawi menggunakan kode warna tertentu.
Warna tersebut bukan sekadar hiasan. Sistem ini membantu jamaah mengenali lokasi dan menemukan kembali jalur keluar masuk masjid. Kementerian Haji dan Umrah RI juga mengimbau jamaah untuk memahami kode warna tersebut.
Mengapa Gerbang Masjid Nabawi Memiliki Warna Berbeda?
Masjid Nabawi terus mengalami perkembangan dan perluasan sepanjang sejarahnya. Saat ini, jumlah pintunya sangat banyak.
Karena itu, nomor pintu saja terkadang sulit diingat. Terlebih ketika jamaah berada di tengah kerumunan.
Dengan adanya kode warna, jamaah memiliki patokan yang lebih mudah. Mereka cukup mengingat warna tertentu sesuai lokasi atau tujuan.
Sistem tersebut juga membantu petugas ketika memberikan arahan. Hal ini sangat berguna saat jamaah terpisah dari rombongan atau membutuhkan bantuan.
Pintu Hijau, Akses yang Dekat dengan Area Ziarah
Salah satu warna yang paling dikenal jamaah adalah hijau.
Pintu hijau berada pada kelompok nomor 301–308 dan 365–370. Jalur ini berada di sisi selatan Masjid Nabawi dan menjadi akses penting bagi jamaah yang hendak menuju kawasan ziarah. Lokasinya juga dekat dengan area Raudhah dan makam Rasulullah ﷺ.
Karena itu, jamaah dapat menggunakan cara sederhana untuk mengingatnya.
Jika tujuan utama adalah ziarah, ingat warna hijau.
Tentu saja, akses dan pengaturan jamaah dapat berubah sesuai kondisi. Karena itu, jamaah tetap perlu mengikuti arahan petugas di lapangan.
Pintu Ungu Mengarah ke Area Zamzam
Berikutnya ada pintu berwarna ungu.
Pintu ini mencakup nomor 309–313. Lokasinya berada di sisi barat daya Masjid Nabawi.
Di sekitar kawasan tersebut terdapat Masjid Al-Ghamamah dan Masjid Abu Bakar. Selain itu, pintu 310 dikenal sebagai salah satu titik yang berkaitan dengan distribusi air Zamzam dalam jumlah besar.
Karena itu, warna ungu juga bisa menjadi patokan bagi jamaah yang ingin mengenali kawasan tersebut.
Pintu Biru Mengarah ke Baqi
Selanjutnya ada pintu berwarna biru.
Kelompok pintu ini mencakup nomor 344–364. Lokasinya berada di sisi timur Masjid Nabawi.
Jalur tersebut mengarah ke kawasan Maqbarah Baqi. Di area ini juga terdapat fasilitas layanan kesehatan bagi jamaah.
Jamaah yang hendak menuju Baqi dapat menjadikan warna biru sebagai salah satu patokan.
Pintu Oranye Berada di Sisi Barat
Warna berikutnya adalah oranye.
Pintu oranye mencakup nomor 314–327. Kawasan ini berada di sisi barat Masjid Nabawi.
Jalur tersebut mengarah ke kawasan Pasar Bilal dan Taman Saqifah. Karena itu, warna oranye dapat membantu jamaah mengenali arah ketika berada di luar masjid.
Pintu Merah Mengarah ke Kawasan Hotel
Sementara itu, pintu merah berada pada kelompok nomor 328–343.
Kawasan ini berada di sisi utara Masjid Nabawi. Jalurnya mengarah ke kawasan hotel dan pusat perbelanjaan.
Bagi jamaah Indonesia, patokan ini cukup membantu. Banyak jamaah tinggal di hotel yang berada di sekitar kawasan tersebut.
Jadi, ketika selesai shalat dan hendak kembali ke hotel, mengenali warna pintu bisa mengurangi risiko tersesat.
Jangan Hanya Mengingat Warnanya
Meskipun warna sangat membantu, jamaah sebaiknya tidak hanya mengandalkan warna.
Selain itu, ingatlah nomor pintu. Sebelum masuk ke Masjid Nabawi, jamaah dapat memotret atau mencatat nomor pintu yang digunakan.
Cara ini sangat berguna ketika jamaah keluar setelah shalat.
Misalnya, jika masuk melalui pintu tertentu, perhatikan nomor dan warnanya. Setelah itu, gunakan patokan yang sama ketika hendak kembali ke lokasi tersebut.
Warna Gerbang Membantu Saat Jamaah Terpisah
Masjid Nabawi dapat dipenuhi jamaah dalam jumlah sangat besar. Kondisi ini membuat seseorang mudah kehilangan arah.
Karena itu, kode warna bukan hanya membantu navigasi. Sistem tersebut juga dapat membantu dalam situasi tertentu.
Misalnya, seorang jamaah terpisah dari rombongannya. Ia dapat menyampaikan warna dan nomor pintu kepada petugas atau pembimbing.
Dengan informasi tersebut, pencarian lokasi menjadi lebih mudah.
Masjid Nabawi Memiliki Sejarah Panjang
Selain sistem modernnya, pintu-pintu Masjid Nabawi juga memiliki sejarah panjang.
Menurut situs resmi Alharamain, pada masa awal pembangunannya Masjid Nabawi hanya memiliki tiga pintu. Seiring berbagai perluasan, jumlah pintu terus bertambah.
Saat ini, situs resmi Alharamain mencatat 86 pintu pada Masjid Nabawi. Beberapa di antaranya memiliki nama bersejarah seperti Bab As-Salam, Bab Jibril, dan Bab Ar-Rahmah.
Jadi, setiap pintu bukan hanya bagian dari bangunan. Nama dan sejarahnya juga menjadi bagian dari perjalanan panjang Masjid Nabawi.
Catat 5 Warna Ini Sebelum ke Masjid Nabawi
Agar lebih mudah diingat, jamaah dapat menyimpan panduan sederhana berikut:
- 🟢 Hijau: area ziarah dan Raudhah
- 🟣 Ungu: arah Masjid Ghamamah dan area distribusi Zamzam
- 🔵 Biru: arah Baqi dan layanan kesehatan
- 🟠 Oranye: arah Pasar Bilal dan Taman Saqifah
- 🔴 Merah: arah kawasan hotel dan pusat perbelanjaan
Dengan mengingat lima warna tersebut, jamaah akan lebih mudah mengenali kawasan sekitar Masjid Nabawi.
Kesimpulan
Warna gerbang Masjid Nabawi ternyata memiliki fungsi yang sangat praktis. Kode warna membantu jamaah mengenali arah, menemukan lokasi, dan mengingat akses keluar masuk masjid.
Karena itu, sebelum berangkat ke Masjid Nabawi, ada baiknya jamaah tidak hanya mengingat nama hotel.
Ingat juga warna dan nomor pintu.
Hal sederhana tersebut bisa sangat membantu. Terutama ketika suasana masjid sedang ramai dan jamaah harus kembali menemukan rombongan atau hotel.
Semoga informasi ini bermanfaat bagi jamaah yang akan berkunjung ke Madinah. Semoga perjalanan ibadah di Masjid Nabawi berjalan lancar, nyaman, dan penuh keberkahan.








