PT. Zam Zam Tour & Travel

Sejarah Berdirinya Zam Zam Tour : Dari Niat Ibadah Menjadi Biro Umroh Terpercaya di Solo

Perjalanan Zam Zam Tour tidak dimulai dari ambisi bisnis semata, tetapi dari niat yang diluruskan untuk melayani tamu Allah SWT. Kini dikenal sebagai salah satu Biro Umroh Solo yang amanah, perjalanan ini berawal dari sebuah tekad sederhana di tahun 2010. Awal Tahun 2010: Ide yang Sempat Ditolak Pada awal tahun 2010, Bang Mamad berinisiatif membuka biro perjalanan umroh. Ide ini muncul karena beliau menyadari bahwa sang ayah, Bapak Suparno, adalah seorang pembimbing haji dan umroh yang telah berpengalaman membimbing banyak jamaah ke Tanah Suci. Dengan pengalaman tersebut, Bang Mamad ingin membangun sebuah Biro Umroh Solo yang berbeda yang tidak hanya profesional, tetapi juga berlandaskan nilai ibadah dan amanah. Namun, ide ini sempat ditolak oleh Bapak Suparno dengan alasan yang sangat mendasar: “Ibadah kok dibisniskan.” Penolakan ini bukan karena tidak mendukung, tetapi karena kekhawatiran bahwa ibadah tidak boleh dijadikan sekadar komoditas. Pertengahan Tahun 2010: Niat Diperbaiki, Langkah Dimulai Memasuki pertengahan tahun 2010, banyak keluhan masyarakat tentang pelayanan umroh dari sejumlah biro perjalanan yang kurang amanah. Ada jamaah yang merasa tidak dilayani dengan baik, bahkan mengalami masalah administrasi dan fasilitas. Melihat kondisi tersebut, Bapak Suparno akhirnya menyetujui gagasan tersebut dengan satu syarat utama: “Diniatkan untuk beribadah, melayani tamu Allah SWT.” Kalimat inilah yang menjadi pondasi berdirinya usaha ini. Pada saat itu, nama pertama yang digunakan adalah Surya Gema Mabrur (SGM). Sejak awal, komitmen utamanya adalah memberikan pelayanan yang jujur, transparan, dan penuh tanggung jawab. Inilah yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya Zam Zam Tour yang dikenal masyarakat luas hingga saat ini. Berkembang Menjadi Zam Zam Tour Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya kepercayaan masyarakat, Surya Gema Mabrur berkembang dan dikenal sebagai Zam Zam Tour, sebuah umroh terpercaya solo yang mengutamakan kualitas pelayanan dan pembimbingan ibadah yang maksimal. Nama “Zam Zam” dipilih sebagai simbol keberkahan dan kesucian, sebagaimana air Zam Zam yang menjadi bagian penting dalam perjalanan ibadah di Tanah Suci. Kini, Zam Zam Tour hadir sebagai pilihan utama bagi masyarakat yang mencari Umroh murah solo dengan pelayanan berkualitas, tanpa mengurangi standar kenyamanan dan keamanan jamaah. Komitmen Zam Zam Tour untuk Jamaah Sebagai Biro Umroh Solo, Zam Zam Tour terus memegang prinsip yang diwariskan sejak awal berdiri: Bagi Zam Zam Tour, harga terjangkau bukan berarti mengurangi kualitas. Program Umroh murah solo yang ditawarkan tetap mengutamakan kenyamanan hotel, transportasi yang layak, serta pembimbingan manasik yang intensif. Inilah yang menjadikan Zam Zam Tour dikenal sebagai salah satu umroh terpercaya solo yang konsisten menjaga komitmen sejak tahun 2010. Penutup Berawal dari niat yang diluruskan dan amanah yang dijaga, Zam Zam Tour terus tumbuh menjadi biro perjalanan umroh yang dipercaya masyarakat Solo dan sekitarnya. Karena bagi Zam Zam Tour, melayani jamaah bukan sekadar bisnis melainkan bentuk pengabdian dalam melayani tamu Allah SWT.

24 Takmir Masjid Sukoharjo Berangkat Umrah Gratis: Program Perdana Pemkab Sukoharjo

zamzamumroh.id – Sebanyak 24 takmir masjid dari 12 kecamatan di Kabupaten Sukoharjo dijadwalkan berangkat menuju Tanah Suci melalui program Umrah Gratis yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo. Para penerima bantuan akan diberangkatkan dari rumah dinas Bupati Sukoharjo di kawasan Simpang Lima/Proliman, pada Sabtu subuh (13/12/2025). Penyerahan Bantuan di Kantor Bupati Acara penyerahan bantuan berlangsung di lobi kantor Bupati Sukoharjo pada Selasa (9/12/2025). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo, Sekda Abdul Haris Widodo, serta jajaran kepala OPD. Sebelumnya, daftar penerima program ini telah diumumkan melalui surat resmi Pemkab Sukoharjo bertanggal 11 November 2025, yang ditandatangani Sekda Sukoharjo. Program ini menjadi inisiatif perdana tahun 2025 dan menjadi salah satu program unggulan Kabupaten Sukoharjo. Program Penghargaan bagi Takmir Masjid Bupati Etik Suryani menegaskan bahwa Umrah Gratis untuk Takmir Masjid merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam melayani umat setiap hari. Program ini sejalan misi Pemkab Sukoharjo meningkatkan pelayanan publik serta memperkuat hubungan pemerintah, masyarakat, dan tokoh agama demi kemajuan bersama. “Program ini bukan sekadar hadiah, tetapi sarana untuk meningkatkan pemahaman agama dan memperkokoh nilai keimanan. Setiap kecamatan mengirim dua takmir masjid sehingga total ada 24 peserta,” ujar Bupati Etik. Pemkab Sukoharjo mengalokasikan anggaran sebesar Rp903.840.000 dari APBD 2025, atau hampir Rp1 miliar, untuk keberangkatan para takmir masjid ini. Seleksi yang Transparan dan Berjenjang Rujito menegaskan seleksi program umrah dilakukan transparan, akuntabel, bertahap dari desa, kecamatan hingga kabupaten demi memastikan penerima tepat benar sasaran. Setelah daftar final ditetapkan, pihak Kesra menghubungi seluruh penerima bantuan untuk proses administrasi dan keberangkatan. Apresiasi dari Para Takmir Salah satu penerima bantuan, Hadi Sutarno, takmir masjid asal Desa Bakalan, Polokarto, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan berharga ini. “Saya sangat berterima kasih kepada Pemkab Sukoharjo. Kesempatan ini sungguh luar biasa, bisa berangkat umrah tanpa mengeluarkan biaya sedikit pun. Semoga takmir lain juga mendapat giliran di tahun-tahun mendatang,” tuturnya. Dampak Program Bagi Masyarakat dan Pembinaan Keagamaan Program Umrah Gratis untuk Takmir Masjid ini diharapkan dapat: Selain itu, keberangkatan mereka juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Sukoharjo dalam memperkuat sinergi pemerintah–masyarakat–tokoh agama, yang selama ini menjadi fondasi penting pembangunan daerah.

Pelepasan Jamaah Umroh PT Zam-Zam Tour & Travel Spesial Milad | Grup 3, 4, 5, dan 6 Resmi Diberangkatkan

zamzamumroh.id – Hari ini (22/11), Masjid Agung Baitturahmah Sukoharjo dipenuhi suasana haru dan kebahagiaan. PT Zam-Zam Tour & Travel menggelar acara pelepasan jamaah umroh. Sebanyak 200 jamaah resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci. Jamaah yang berangkat berasal dari grup 3, 4, 5, dan 6. Pemberangkatan ini terasa sangat spesial. Acara berlangsung bertepatan dengan Milad PT Zam-Zam Tour & Travel. Momen tersebut menjadi wujud rasa syukur perusahaan. Keberangkatan bersama ini mencerminkan kekuatan silaturahmi dan kebersamaan. Banyak keluarga turut hadir mengantar dengan doa terbaik. Acara dimulai dengan pembacaan Al-Qur’an. Setelah itu, jamaah mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh Ust. H. Muhammad Dwi Prayogo, S.E.. Suasana masjid terasa syahdu. Talbiyah berkumandang penuh keikhlasan dari seluruh jamaah. Beberapa keluarga meneteskan air mata haru. Banyak yang memeluk erat anggota keluarga sebelum berpisah. Perwakilan manajemen PT Zam-Zam Tour & Travel menyampaikan sambutan singkat. Beliau mengucapkan terima kasih atas kepercayaan jamaah. Kepercayaan tersebut menjadi motivasi besar bagi perusahaan. PT Zam-Zam Tour berkomitmen menjaga kualitas pelayanan. Perusahaan berusaha menghadirkan perjalanan ibadah yang aman dan nyaman. “Kami memohon doa restu bagi seluruh jamaah,” ucap perwakilan manajemen. “Semoga semua rangkaian ibadah berjalan lancar dan penuh keberkahan.” Rombongan diberangkatkan menuju Bandara Adi Soemarmo. Proses keberangkatan berlangsung tertib dan terkoordinasi. Petugas lapangan turut membantu mendampingi jamaah. Beberapa pengantar melambaikan tangan sambil berdoa. Suasana pelepasan terasa mengharukan. PT Zam-Zam Tour & Travel berharap perjalanan ini memberi pengalaman spiritual mendalam. Semoga jamaah memperoleh ketenangan hati selama beribadah. Perusahaan juga berharap seluruh jamaah pulang sebagai pribadi yang lebih baik. Banyak jamaah menyampaikan rasa syukur atas kesempatan ini. Perusahaan berkomitmen memberikan pendampingan penuh selama di Makkah dan Madinah. Tim pembimbing siap bantu jamaah dalam setiap kegiatan ibadah. Pelayanan terbaik menjadi fokus utama perusahaan. PT Zam-Zam Tour terus meningkatkan kualitas layanan setiap tahun. Komitmen ini menjadi bagian dari semangat Milad. Acara pelepasan ditutup dengan sesi foto bersama. Banyak jamaah tersenyum bahagia menjelang keberangkatan. Rasa haru dan syukur menyatu dalam momen ini. Para keluarga mendoakan kesuksesan perjalanan ibadah tersebut. .

Memperingati 15 tahun berdiri, PT Zam Zam Tour & Travel mengadakan ajang tenis meja Zam Zam Ping Pong Championship 2025

zamzamumroh.id – Zam Zam Ping Pong Championship 2025 resmi digelar pada Minggu (16/11). Acara berlangsung di area parkir PT Zam Zam Tour & Travel, Sukoharjo. Sebanyak 150 peserta ikut bertanding dalam turnamen milad ke-15 tersebut. Humas PT Zam Zam Tour & Travel, Fuad Hamdan, menjelaskan tujuan acara. Turnamen ini menjadi bentuk syukur atas perjalanan perusahaan selama 15 tahun. Ia berharap kegiatan ini mempererat kebersamaan jamaah dan masyarakat. Fuad juga ingin lahir atlet tenis meja baru dari Sukoharjo. Kompetisi menghadirkan enam kategori. Peserta mengikuti nomor double divisi 11–12, single SD/MI putra-putri, single SMP/MTs putra-putri, dan eksekutif alumni jamaah. Mereka memperebutkan trofi, piagam PTMSI, dan uang pembinaan. Piagam dapat digunakan untuk nilai ekstrakurikuler. Kabag Kesra Setda Sukoharjo, Rujito, menyampaikan apresiasi. Ia berharap turnamen ini terus berlanjut. Ketua KONI Sukoharjo, Iwan Gunarto, juga memberi dukungan. Direktur PT Zam Zam Tour & Travel, H. Muhammad Tri Wibowo, menegaskan pentingnya olahraga dalam Islam. Ia berharap ajang ini membawa berkah dan melahirkan atlet Muslim Sukoharjo yang berprestasi. Hadiah kategori double mencapai Rp 1 juta untuk juara pertama. Juara kedua mendapatkan Rp 700 ribu, dan juara tiga bersama Rp 500 ribu. Peserta delapan besar memperoleh Rp 100 ribu.Untuk kategori single, juara pertama menerima Rp 150 ribu, juara kedua Rp 100 ribu, dan juara tiga bersama Rp 50 ribu.

Tragedi 1979 : Pengepungan Masjidil Haram yang Menggemparkan Dunia Islam

zamzamumroh.id – Masjidil Haram di Makkah adalah tempat paling suci di muka bumi bagi umat Islam — rumah Allah yang menjadi pusat arah kiblat seluruh dunia. Namun, pada tanggal 20 November 1979, tepat di awal tahun 1400 Hijriah, tempat yang seharusnya penuh kedamaian itu berubah menjadi medan pertempuran berdarah. Peristiwa ini dikenal sebagai Tragedi Pengepungan Masjidil Haram, dan menjadi salah satu momen paling kelam dalam sejarah modern Arab Saudi dan dunia Islam. Awal Kejadian: Saat Kesucian Diserang Pagi itu, ribuan jamaah sedang menunaikan salat Subuh di Masjidil Haram. Tanpa diduga, setelah imam mengucapkan salam, sekelompok orang bersenjata menutup seluruh pintu masjid dan mengambil alih pengeras suara. Pemimpin kelompok tersebut adalah Juhayman bin Muhammad al-Otaybi, seorang mantan anggota Garda Nasional Saudi. Ia bersama sekitar 200 hingga 300 pengikutnya membawa senjata api, amunisi, dan bahan makanan yang disembunyikan di dalam peti-peti jenazah yang sebelumnya dimasukkan ke masjid dengan alasan “pelayat”. Melalui pengeras suara, Juhayman mengumumkan bahwa imam Mahdi telah datang, menunjuk iparnya, Muhammad bin Abdullah al-Qahtani, sebagai sosok Al-Mahdi yang dijanjikan dalam hadis. Kelompok ini kemudian menyerukan kepada jamaah untuk membaiat Al-Mahdi dan menolak pemerintahan Saudi yang mereka tuduh “menyimpang dari Islam”. Dua Minggu yang Menegangkan Pasukan keamanan Saudi yang menjaga sekitar masjid awalnya kebingungan. Hukum syariat melarang pertumpahan darah di dalam Masjidil Haram, apalagi menggunakan senjata di Tanah Suci. Namun, setelah situasi memburuk dan para militan mulai menembaki jamaah yang mencoba keluar, Kerajaan Arab Saudi mengerahkan pasukan tambahan dari Garda Nasional dan militer. Pertempuran berlangsung selama 15 hari penuh di dalam kompleks Masjidil Haram, termasuk di area bawah tanah (ruang zamzam dan lorong-lorong tua). Beberapa fakta mencolok dari pengepungan ini: Setelah dua minggu pertempuran sengit, pasukan pemerintah berhasil menumpas pemberontakan. Ratusan orang tewas, termasuk jamaah, militan, dan anggota pasukan keamanan. Dampak dan Hukuman Setelah pengepungan berakhir, lebih dari 60 orang anggota kelompok Juhayman ditangkap hidup-hidup. Mereka diadili di berbagai kota besar di Arab Saudi. Hasil pengadilan memutuskan bahwa Juhayman dan para pemimpinnya dihukum mati, dan eksekusi dilakukan secara terbuka di berbagai kota, termasuk di Makkah, Madinah, Riyadh, dan Dammam, pada awal 1980. Peristiwa ini mengguncang dunia Islam karena terjadi di tempat tersuci pada awal abad Hijriah baru, 1400 H. Latar Belakang Ideologis Juhayman al-Otaybi berasal dari suku Najd dan pernah menjadi anggota Ikhwan, kelompok konservatif yang dulu membantu pendirian Kerajaan Saudi. Ia merasa kecewa dengan modernisasi yang dilakukan pemerintah Saudi, seperti kehadiran televisi, bioskop, dan kebijakan ekonomi baru. Ia menganggap bahwa kerajaan telah “menyimpang” dan bahwa akhir zaman telah dekat. Dalam keyakinan mereka, munculnya Al-Mahdi adalah tanda pembaruan Islam yang harus dimulai dari Makkah. Pandangan ini membuat kelompoknya merasa mendapat legitimasi spiritual untuk menduduki Masjidil Haram. Luka Sejarah dan Pelajaran Bagi Dunia Islam Tragedi ini meninggalkan trauma mendalam bagi umat Islam.Masjidil Haram, tempat di mana umat Islam seharusnya merasa paling aman, justru berubah menjadi lokasi pertempuran dan darah. Tragedi ini membuat pemerintah Saudi memperketat keamanan, memperbaiki pengawasan, dan menegakkan hukum lebih tegas terhadap kelompok ekstrem. Sejak saat itu, wilayah Makkah dan Masjidil Haram dijaga dengan sistem keamanan modern yang ketat, namun tetap mengutamakan kenyamanan jamaah. Renungan untuk Jamaah Masa Kini Kini, setiap kali jamaah melangkahkan kaki ke Masjidil Haram, mereka berada di tempat yang sama dengan tragedi itu pernah terjadi. Tapi suasananya telah berubah — damai, tertata, dan dijaga dengan penuh kehormatan. Peristiwa tahun 1979 menjadi pengingat bagi umat Islam bahwa kesucian bukan hanya terletak pada tempat, tetapi juga pada niat dan akhlak manusia yang menjaganya. Masjidil Haram tetap menjadi simbol persatuan dan keteguhan iman, meski sempat diguncang oleh peristiwa kelam dalam sejarahnya. Sumber Rujukan: