Zam Zam Tour Gelar Manasik Umrah Akbar untuk Keberangkatan November 2025, Bertepatan dengan Milad ke-15

Sukoharjo, 25 November 2025 — Biro perjalanan umrah Zam Zam Tour & Travel kembali menggelar kegiatan Manasik Umrah Akbar bagi para jamaah yang dijadwalkan berangkat pada bulan November 2025. Acara yang digelar di Hotel Brother Solobaru pada Sabtu (25/11/2025) ini berlangsung pukul 08.00–12.00 WIB dan diikuti ratusan jamaah dari berbagai daerah. Manasik Umrah Akbar Sekaligus Rayakan Milad ke-15 Zam Zam Tour & Travel Tercatat sebanyak 200 jamaah hadir dalam kegiatan manasik tersebut. Mereka terbagi ke dalam lima bus keberangkatan yang akan diberangkatkan secara bertahap menuju Tanah Suci. Kegiatan ini menjadi ajang pembekalan sekaligus bagian dari perayaan Milad ke-15 Zam Zam Tour & Travel. Dalam momen istimewa ini, perusahaan menghadirkan beragam program dan promo menarik, seperti Paket Reguler, Paket Ekonomis, Paket 13 Hari Saudia, hingga promo unggulan “Paket 5 Gratis 1” sebagai bentuk apresiasi kepada para pelanggan setia. Pembekalan Ibadah Dipimpin Ustadz H. Muhammad Tri Wibowo dan Pengenalan Aplikasi Lokasight Acara manasik diisi oleh Ustadz H. Muhammad Tri Wibowo, S.Pd.I pembimbing ibadah resmi dari Zam Zam Tour & Travel. Dalam pembekalan, beliau menjelaskan tata cara umrah dari niat hingga tahallul, lengkap dengan hikmah di setiap rukunnya. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya kesiapan mental, fisik, dan spiritual agar jamaah dapat menjalani ibadah dengan khusyuk dan penuh makna. Menariknya, penyelenggara juga memperkenalkan inovasi baru bernama Lokasight, yang memudahkan pembimbing memantau dan membimbing jamaah secara real time. u berupa aplikasi digital bernama Lokasight. Aplikasi ini dirancang untuk menggantikan fungsi transmitter konvensional selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Lokasight memungkinkan pembimbing memantau jamaah dan memberi arahan langsung lewat ponsel. Melalui kegiatan ini, Zam Zam Tour & Travel berharap dapat memperkuat semangat dan kesiapan jamaah dalam menjalani ibadah umrah. Kegiatan ini juga menjadi bukti komitmen perusahaan menghadirkan layanan inovatif dan profesional, sejalan dengan semangat transformasi di era digital.
Wamenhaj Tinjau Lokasi Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah

zamzamumroh.id — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Arab Saudi meninjau langsung lokasi rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah. Proyek ini digagas untuk meningkatkan pelayanan bagi jemaah haji dan umrah asal Indonesia. Pusat Layanan Terpadu untuk Jemaah Indonesia Kampung Haji Indonesia dirancang sebagai kawasan akomodasi dan layanan terpadu bagi jemaah haji maupun umrah. Proyek ini diinisiasi oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bersama sejumlah lembaga terkait di Indonesia. Tujuan utamanya adalah menyediakan fasilitas yang layak, nyaman, dan strategis di dekat Masjid al-Haram. Selain itu, kawasan ini akan menjadi pusat kegiatan pembinaan manasik, layanan kesehatan, serta logistik jemaah. Wamenhaj Dukung Rencana Pembangunan Dalam kunjungannya, Wamenhaj menyambut baik inisiatif pemerintah Indonesia tersebut. Ia menilai proyek ini sejalan dengan visi Arab Saudi dalam meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh jemaah dunia. Selain meninjau lahan, tim gabungan Indonesia dan Arab Saudi juga membahas regulasi kepemilikan, rencana desain, serta mekanisme pengelolaan aset di kawasan suci Makkah. Lokasi Strategis Dekat Masjid al-Haram Salah satu lokasi yang sedang dikaji terletak di kawasan Jabal Hindawiyah, hanya sekitar dua kilometer dari Masjid al-Haram. Lahan yang diusulkan mencakup area seluas 80 hektar, cukup untuk menampung fasilitas akomodasi, pusat layanan, dan area komersial. Proses tender resmi rencananya akan dimulai pada 30 Oktober 2025, diikuti dengan pengumuman hasil tender sebelum akhir tahun. Fasilitas yang Akan Dibangun Kampung Haji Indonesia akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang ibadah dan kebutuhan jemaah, antara lain: Dengan konsep ini, jemaah diharapkan dapat menikmati pelayanan lebih efisien, sekaligus menghemat biaya akomodasi. Proyek Strategis dan Simbol Diplomasi Pemerintah Indonesia berharap, proyek ini tidak hanya menjadi pusat layanan jemaah, tetapi juga simbol kerja sama erat Indonesia–Arab Saudi. Selain itu, kepemilikan aset permanen di Makkah akan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia. “Pembangunan Kampung Haji Indonesia diharapkan membawa manfaat jangka panjang, baik dari sisi pelayanan maupun diplomasi,” ujar salah satu pejabat BPI Danantara. Tantangan yang Masih Dihadapi Meski ambisius, proyek ini tetap menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah regulasi kepemilikan lahan di Makkah yang diatur ketat oleh pemerintah Arab Saudi. Selain itu, harga lahan di sekitar Masjid al-Haram tergolong tinggi. Karena itu, pemilihan lokasi dan skema kerja sama menjadi faktor penting agar proyek berjalan efektif. Harapan ke Depan Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, pembangunan Kampung Haji Indonesia akan dimulai setelah proses tender selesai. Proyek ini diharapkan beroperasi dalam beberapa tahun ke depan. Keberhasilan proyek ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana Indonesia mengelola dan memanfaatkan kawasan tersebut untuk kepentingan jemaah secara berkelanjutan.
