Kisah Rasulullah ﷺ yang Hendak Menangkap Jin Saat Shalat

zamzamumroh.id – Dalam perjalanan hidup Rasulullah ﷺ, banyak peristiwa luar biasa yang menunjukkan kekuatan iman dan perlindungan Allah kepadanya. Salah satunya adalah kisah Rasulullah ﷺ yang hampir menangkap jin ketika sedang shalat malam — sebuah kisah menakjubkan yang diriwayatkan oleh para sahabat dan tercatat dalam hadits shahih Bukhari dan Muslim. Kisah ini diabadikan dalam hadits dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu, diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim. Rasulullah ﷺ Hampir Menangkap Jin di Tengah Shalat Saat itu, Rasulullah ﷺ tengah bersiap berdiri untuk menunaikan shalat. Namun tiba-tiba, para sahabat mendengar beliau mengucapkan sesuatu yang belum pernah mereka dengar sebelumnya. Beliau bersabda, “Aku berlindung kepada Allah darimu! Aku melaknatmu dengan laknat Allah!” Kalimat itu diucapkan tiga kali, sementara Rasulullah ﷺ tampak menjulurkan tangannya ke depan, seolah hendak menangkap sesuatu yang tidak terlihat. Pemandangan itu membuat para sahabat kebingungan, karena belum pernah mereka melihat Rasulullah ﷺ melakukan hal seperti itu di tengah shalat. Hingga salah satu sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, sungguh kami mendengar engkau berkata sesuatu dalam shalat, yang belum pernah kami dengar sebelumnya. Kami juga melihat engkau menjulurkan tanganmu, seakan ingin mengambil sesuatu.” Penjelasan Rasulullah ﷺ kepada Para Sahabat Rasulullah ﷺ pun menjelaskan: “Sesungguhnya musuh Allah, Ifrit (dari golongan jin), datang dengan membawa obor untuk melemparkannya ke wajahku. Lalu Allah memberiku kemampuan untuk menahannya. Aku hampir saja mengikatnya di salah satu tiang masjid agar kalian dapat melihatnya di pagi hari. Namun aku teringat doa saudaraku Sulaiman: ‘Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak akan dimiliki oleh seorang pun setelahku.’ Maka aku pun melepaskannya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim) Subhanallah… betapa besar keberanian Rasulullah ﷺ! Bahkan di tengah shalat, ketika jin Ifrit mencoba mengganggu, beliau tetap tenang dan dilindungi oleh Allah ﷻ. Namun meski mampu menaklukkan jin itu, beliau tidak melakukannya, karena menghormati doa Nabi Sulaiman عليه السلام — sebuah teladan tinggi tentang adab dan kebijaksanaan antar nabi. Hikmah Melepaskan Jin Karena Doa Nabi Sulaiman عليه السلام Kisah ini mengajarkan bahwa gangguan setan bisa datang kapan saja, bahkan kepada orang yang paling mulia sekalipun. Namun, siapa pun yang berlindung kepada Allah dengan doa, dzikir, dan keikhlasan, pasti akan mendapatkan perlindungan. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: “Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan padanya surat Al-Baqarah.” (HR. Muslim) Dan beliau juga bersabda: “Barangsiapa membaca Ayat Kursi setelah setiap shalat fardhu, maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian.” (HR. An-Nasa’i, hasan menurut Al-Albani) Dengan memperbanyak dzikir dan menjaga shalat, seorang mukmin membangun benteng rohaninya dari gangguan jin dan setan. Ketika Anda berziarah ke Masjid Nabawi bersama Zam Zam Tour, kisah ini terasa begitu hidup — di tempat yang sama, Rasulullah ﷺ pernah berdiri, beribadah, dan menghadapi gangguan jin dengan kekuatan iman. Mari berangkat bersama Zam Zam Tour, untuk menapaki jejak sejarah penuh hikmah dan merasakan ketenangan spiritual di Tanah Suci Madinah.
Pahala Shalat Sunnah di Masjid Quba

zamzamumroh.id – Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun dalam sejarah Islam. Masjid ini memiliki kedudukan istimewa karena dibangun atas dasar ketakwaan sejak hari pertama. Setiap muslim yang berkesempatan mengunjungi Madinah sangat dianjurkan untuk mendatangi Masjid Quba dan melaksanakan shalat sunnah di dalamnya, karena pahalanya yang besar di sisi Allah ﷻ. Masjid yang Didirikan atas Dasar Ketakwaan Allah ﷻ berfirman: لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ “Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih layak untuk engkau shalat di dalamnya.”(QS. At-Taubah: 108) Mayoritas ulama tafsir menjelaskan bahwa ayat ini merujuk kepada Masjid Quba, yang dibangun oleh Rasulullah ﷺ bersama para sahabatnya ketika pertama kali tiba di Madinah. Rasulullah ﷺ sangat memuliakan Masjid Quba dan rutin mengunjunginya. Dalam sebuah hadis disebutkan: كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَأْتِي مَسْجِدَ قُبَاءٍ كُلَّ سَبْتٍ مَاشِيًا وَرَاكِبًا فَيُصَلِّي فِيهِ رَكْعَتَيْنِ “Rasulullah ﷺ biasa mendatangi Masjid Quba setiap hari Sabtu, baik berjalan kaki maupun berkendara, lalu beliau shalat dua rakaat di dalamnya.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim) Hadis ini menunjukkan sunnah Rasulullah ﷺ untuk mengunjungi Masjid Quba dan melaksanakan shalat sunnah di dalamnya. Pahala Shalat di Masjid Quba Setara Umroh Keutamaan shalat sunnah di Masjid Quba dijelaskan secara khusus oleh Rasulullah ﷺ dalam hadis berikut: مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ أَتَى مَسْجِدَ قُبَاءٍ فَصَلَّى فِيهِ كَانَ لَهُ كَأَجْرِ عُمْرَةٍ “Barang siapa bersuci di rumahnya, kemudian datang ke Masjid Quba lalu shalat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala umroh.”(HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah) Hadis ini menunjukkan betapa besar pahala shalat sunnah di Masjid Quba. Para ulama menjelaskan bahwa kesetaraan tersebut adalah dalam pahala, bukan menggugurkan kewajiban umroh. Shalat sunnah di Masjid Quba menjadi amalan yang ringan namun bernilai besar. Jamaah dianjurkan untuk menjaga niat ikhlas, bersuci dengan sempurna, dan melaksanakan shalat dengan khusyuk agar mendapatkan keutamaan yang dijanjikan. Meneladani Sunnah Rasulullah ﷺ Melalui Ziarah ke Masjid Quba Selain pahala besar, shalat di Masjid Quba juga menjadi sarana meneladani sunnah Rasulullah ﷺ dan memperkuat kecintaan kepada beliau. Setiap langkah menuju Masjid Quba, setiap rakaat shalat yang dikerjakan, insyaAllah menjadi amal shalih yang dicatat di sisi Allah ﷻ. Bagi jamaah umroh dan haji, mengunjungi Masjid Quba dan melaksanakan shalat sunnah di dalamnya adalah kesempatan berharga yang tidak sepatutnya dilewatkan. Namun, sebagaimana ibadah lainnya, adab, ketertiban, dan kenyamanan sesama jamaah harus tetap dijaga. Semoga Allah ﷻ menerima setiap shalat sunnah yang dikerjakan di Masjid Quba, melipatgandakan pahalanya, dan menjadikannya sebagai sebab turunnya rahmat dan keberkahan. Referensi Ilmiah
Rekomendasi Belanja di Sekitar Masjid Nabawi : Dari Oleh-Oleh Sunnah hingga Cendera Mata Khas Madinah

zamzamumroh.id – Bagi para jamaah umroh atau haji, berkunjung ke Madinah tidak lengkap rasanya tanpa membawa pulang oleh-oleh dari Tanah Suci. Dan kabar baiknya — di sekitar Masjid Nabawi, kamu bisa menemukan berbagai pusat belanja dan toko tradisional yang menawarkan barang-barang khas dengan harga terjangkau dan kualitas terbaik. Berikut beberapa rekomendasi tempat belanja paling populer dan informatif di sekitar Masjid Nabawi! 1. Pusat Perbelanjaan di Area Utara Masjid Nabawi Tepat di sekitar pagar utara Masjid Nabawi terdapat deretan pertokoan modern dan kios tradisional.Di sini, kamu bisa menemukan: Kebanyakan pedagang di sini sudah terbiasa dengan jamaah Indonesia, jadi bisa tawar-menawar dengan santai dalam bahasa Indonesia! 2. Souq Taiba (Pasar Taiba) Ini dia pasar legendaris di Madinah, hanya beberapa langkah dari Masjid Nabawi.Souq Taiba terkenal dengan: Suasananya ramai dan penuh warna suara pedagang, aroma oud, dan senyum jamaah dari berbagai negara menambah suasana khas Timur Tengah. 3. Pasar Kurma Madinah (Souq Al-Tumour) Kalau ingin mencari oleh-oleh paling dicari, inilah tempatnya. Hanya berjarak sekitar 10 menit dari Masjid Nabawi, pasar ini menjual berbagai jenis kurma: Ajwa, Sukari, Safawi, Anbara, dan masih banyak lagi. Kamu bisa mencicipi langsung sebelum membeli, dan harganya biasanya lebih murah daripada di area hotel. Beberapa toko juga menyediakan kemasan rapi untuk dibawa pulang ke tanah air. 4. Zamzam Plaza dan Al Noor Mall Bagi jamaah yang ingin belanja dengan suasana lebih modern, Zamzam Plaza dan Al Noor Mall menjadi pilihan. Di sini tersedia butik muslim, toko parfum, hingga toko elektronik. Bahkan beberapa brand internasional juga buka di area ini. Keunggulannya, kamu bisa belanja nyaman dengan pendingin ruangan dan pilihan yang sangat beragam. 5. Toko Cendera Mata di Sekitar Hotel Jamaah Di area hotel-hotel sekitar Masjid Nabawi, seperti Hotel Anwar Al Madinah Movenpick atau Dallah Taibah, terdapat banyak toko kecil yang menjual souvenir khas Madinah seperti: Tempat ini cocok untuk kamu yang ingin belanja cepat tanpa jauh-jauh dari hotel. Tips Belanja untuk Jamaah Umroh: Belanja di sekitar Masjid Nabawi bukan hanya tentang membawa pulang oleh-oleh, tetapi juga bagian dari pengalaman spiritual — menyentuh tanah suci, berbagi berkah, dan membawa kebahagiaan bagi keluarga di rumah. Bersama Zam Zam Tour, kamu tidak hanya beribadah dengan khusyuk, tapi juga diajak menelusuri tempat-tempat belanja terbaik di Madinah, agar setiap kenangan dan oleh-oleh menjadi saksi perjalanan suci yang penuh makna. Referensi:
Masjid Bir Ali : Tempat Miqat Jamaah Umrah dan Jejak Doa Rasulullah ﷺ

zamzamumroh.id – Setiap jamaah umrah pasti akan melewati satu tempat yang sangat istimewa sebelum menuju Tanah Suci Makkah Masjid Bir Ali, atau dikenal juga dengan Masjid Dzul Hulaifah. Bagi siapa pun yang berangkat dari Madinah, inilah tempat miqat, titik di mana jamaah mulai berniat ihram untuk memasuki ibadah umrah atau haji. Namun di balik fungsinya sebagai miqat, Masjid ini juga menyimpan sejarah dan keutamaan yang mendalam. Letak Geografis dan Asal-usul Nama Masjid Bir Ali Masjid ini terletak sekitar 11 kilometer dari Masjid Nabawi ke arah Makkah. Nama “Bir Ali” berasal dari kata bir yang berarti sumur, dan “Ali” dinisbatkan kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, yang disebutkan pernah menggali atau memperbaiki sumur di daerah ini. Dalil Hadits tentang Miqat Dzul Hulaifah Sementara itu, nama lainnya Dzul Hulaifah adalah nama asli daerah tersebut sejak zaman Rasulullah ﷺ. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan, “Nabi ﷺ berihram dari Dzul Hulaifah ketika beliau hendak menunaikan haji.”(HR. Bukhari dan Muslim) Tempat inilah yang dipilih langsung oleh Rasulullah ﷺ untuk memulai ihramnya, sehingga menjadi miqat bagi seluruh jamaah yang datang dari arah Madinah. Masjid Bir Ali menjadi saksi dimulainya niat suci menuju Baitullah. Di sinilah jamaah berhenti untuk mandi sunnah, berganti pakaian ihram, dan melaksanakan shalat dua rakaat sebelum berniat umrah. Banyak jamaah yang merasakan suasana haru di sini — saat niat diucapkan, hati terasa bergetar, seolah dipanggil langsung oleh Allah menuju rumah-Nya. Masjid ini juga terkenal dengan keindahan dan kenyamanannya. Bangunannya megah dan modern, dengan area luas yang mampu menampung puluhan ribu jamaah. Fasilitasnya lengkap: tempat wudhu, kamar mandi, hingga area khusus bagi jamaah wanita dan difabel, semuanya tertata rapi untuk kenyamanan para tamu Allah. Makna Spiritual Masjid Bir Ali bagi Jamaah Umrah Bagi jamaah Zam Zam Tour, kunjungan ke Masjid Bir Ali bukan sekadar singgah untuk berihram. Ini adalah momen penyucian niat dan jiwa, saat meninggalkan segala urusan dunia, lalu fokus sepenuhnya pada ibadah. Di sinilah banyak jamaah menitikkan air mata, memohon agar umrahnya diterima dan menjadi tamu Allah yang diridhai. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: “Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya.”(HR. Bukhari dan Muslim) Dan niat itu… dimulai dari sini, dari Masjid Bir Ali gerbang spiritual menuju tanah suci. Bersama Zam Zam Tour, setiap perjalanan umrah dimulai dengan penuh makna.Di Masjid Bir Ali, pembimbing akan memandu jamaah melaksanakan sunnah ihram, membantu berniat, dan menenangkan hati agar siap menghadapi perjalanan menuju Makkah.Karena umrah bukan hanya tentang sampai ke Ka’bah tapi tentang bagaimana setiap langkah di jalan menuju-Nya membawa kita semakin dekat dengan Allah. Referensi:
Mengungkap Lantai 2 di Masjid Nabawi Hal-Hal yang Jarang Diketahui

zamzamumroh.id – Masjid Nabawi di Madinah adalah salah satu masjid tersuci bagi umat Islam, dan selain area yang sering dikunjungi (ruang utama lantai dasar, area Ar‑Raudhah ash‑Sharīfah, makam Nabi ﷺ), terdapat bagian-bagian yang kurang diperhatikan khususnya lantai dua (upper floor / mezzanine / lantai atas) yang ternyata menyimpan beberapa hal menarik. Berikut adalah ulasan mendalam tentang lantai dua: apa saja fungsi, keunikan, tips-kunjungan, dan hal yang “jarang diketahui”. 1. Fungsi & Letak Lantai Dua 2. Keunikan & Hal-Jarang Diketahui a) Pandangan & suasana berbeda b) Sistem akses & teknis modern c) Area lihat yang “terselip” d) Kapasitas & fungsi overflow 3. Petunjuk Praktis untuk Pengunjung 4. Nilai Spiritual & Catatan Khusus Lantai dua di Masjid Nabawi adalah bagian yang sangat penting dan menarik meskipun kurang diperhatikan oleh sebagian jamaah. Dari sisi teknis-arsitektur hingga sudut pandang salat yang berbeda, tempat ini memberikan alternatif yang bagus, terutama pada masa ramai. Bagi para jamaah yang berkunjung ke Madinah, mengetahui dan memanfaatkan lantai ini bisa membuat pengalaman ibadah menjadi lebih baik dan lebih nyaman.
