PT. Zam Zam Tour & Travel

Keamanan Madinah di Akhir Zaman Saat Terjadi Fitnah Dajjal

zamzamumroh.id – Fitnah Dajjal merupakan salah satu ujian terbesar yang akan terjadi menjelang akhir zaman. Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa tidak ada fitnah sejak penciptaan Nabi Adam hingga hari kiamat yang lebih dahsyat daripada fitnah Dajjal. Ia akan datang membawa berbagai tipu daya yang mengguncang keimanan manusia. Madinah sebagai Kota Perlindungan dari Fitnah Dajjal Namun, di tengah dahsyatnya fitnah tersebut, Islam memberikan kabar gembira tentang keamanan kota Madinah. Kota Rasulullah ﷺ ini akan menjadi tempat perlindungan dan keselamatan bagi orang-orang beriman ketika Dajjal muncul. Rasulullah ﷺ bersabda: لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلَّا سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ إِلَّا مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ “Tidak ada satu negeri pun melainkan akan dimasuki Dajjal, kecuali Makkah dan Madinah.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim) Dajjal Tidak Mampu Memasuki Makkah dan Madinah Hadis ini dengan tegas menjelaskan bahwa Dajjal tidak akan mampu memasuki Makkah dan Madinah, dua kota suci yang dijaga langsung oleh Allah ﷻ. Malaikat Penjaga Pintu-Pintu Madinah Dalam hadis lain, Rasulullah ﷺ bersabda: عَلَى أَنْقَابِ الْمَدِينَةِ مَلَائِكَةٌ، لَا يَدْخُلُهَا الطَّاعُونُ وَلَا الدَّجَّالُ “Di setiap pintu masuk Madinah terdapat para malaikat. Tidak akan masuk ke dalamnya wabah tha’un dan tidak pula Dajjal.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim) Hadis ini menunjukkan bahwa Madinah dijaga oleh malaikat-malaikat Allah, sehingga menjadi tempat yang aman dari fitnah terbesar di akhir zaman. Ketika Dajjal datang dan mendekati Madinah, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa akan terjadi guncangan hebat di kota tersebut. Beliau bersabda: تَرْجُفُ الْمَدِينَةُ ثَلَاثَ رَجَفَاتٍ، فَيَخْرُجُ إِلَيْهِ كُلُّ كَافِرٍ وَمُنَافِقٍ “Madinah akan berguncang sebanyak tiga kali, lalu keluar darinya setiap orang kafir dan munafik menuju Dajjal.”(HR. Al-Bukhari) Guncangan ini menjadi bentuk penyaringan iman. Madinah akan dibersihkan dari orang-orang munafik, sementara orang-orang beriman tetap tinggal dan dilindungi oleh Allah ﷻ. Keamanan Madinah di akhir zaman bukan hanya perlindungan fisik, tetapi juga perlindungan iman. Kota ini menjadi tempat berkumpulnya orang-orang yang teguh keimanannya, yang menjaga shalat, sunnah Rasulullah ﷺ, dan ketaatan kepada Allah. Rasulullah ﷺ juga bersabda: الْمَدِينَةُ تَنْفِي خَبَثَهَا كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ “Madinah akan mengeluarkan keburukannya sebagaimana pandai besi menghilangkan kotoran besi.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim) Hadis ini menegaskan bahwa Madinah adalah kota penyuci, tempat yang Allah jaga dari keburukan dan fitnah besar. Keutamaan ini hendaknya menumbuhkan kecintaan kaum muslimin kepada Madinah, bukan sekadar sebagai kota sejarah, tetapi sebagai kota iman, sunnah, dan keselamatan di dunia dan akhirat. Namun, para ulama menegaskan bahwa keselamatan sejati bukan hanya karena tempat, melainkan karena iman, ketaatan, dan istiqamah. Berada di Madinah di akhir zaman adalah karunia, namun yang lebih utama adalah membawa nilai Madinah ke dalam kehidupan: menjaga tauhid, mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ, dan menjauhi fitnah. Semoga Allah ﷻ melindungi kita dari fitnah Dajjal, meneguhkan iman hingga akhir hayat, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang aman di dunia dan akhirat. Referensi Ilmiah Al-Qadhi ‘Iyadh, Asy-Syifa’

Keutamaan Meninggal Dunia di Madinah

zamzamumroh.id – Kota Madinah Al-Munawwarah adalah kota yang sangat mulia dalam Islam. Di kota inilah Rasulullah ﷺ hijrah, membangun peradaban Islam, dan dimakamkan. Madinah menjadi tempat turunnya rahmat, ketenangan, dan keberkahan. Tidak sedikit kaum muslimin yang berharap dapat menghabiskan akhir hayatnya di kota ini, karena meninggal dunia di Madinah memiliki keutamaan yang besar di sisi Allah ﷻ. Hadits Tentang Keutamaan Meninggal Dunia di Madinah Rasulullah ﷺ secara khusus menyebutkan keutamaan bagi orang yang wafat di Madinah. Beliau bersabda: مَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَمُوتَ بِالْمَدِينَةِ فَلْيَمُتْ فَإِنِّي أَشْفَعُ لِمَنْ مَاتَ بِهَا “Barang siapa di antara kalian mampu untuk meninggal di Madinah, maka hendaklah ia melakukannya, karena sesungguhnya aku akan memberikan syafaat bagi orang yang meninggal di sana.”(HR. At-Tirmidzi) Hadis ini menunjukkan kemuliaan Madinah dan besarnya keutamaan orang yang wafat di kota Rasulullah ﷺ. Madinah juga merupakan kota yang dijaga oleh malaikat dan diliputi keberkahan. Rasulullah ﷺ bersabda: إِنَّ الْمَدِينَةَ حَرَمٌ مَا بَيْنَ عَيْرٍ إِلَى ثَوْرٍ “Sesungguhnya Madinah adalah tanah haram antara gunung ‘Air hingga Tsaur.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim) Sebagai tanah haram, Madinah memiliki kehormatan khusus, dan orang yang tinggal serta wafat di dalamnya berada dalam limpahan rahmat Allah ﷻ. Selain itu, Rasulullah ﷺ juga mendoakan keberkahan bagi Madinah dan penduduknya. Beliau bersabda: اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْمَدِينَةَ كَحُبِّنَا مَكَّةَ أَوْ أَشَدَّ “Ya Allah, jadikanlah kami mencintai Madinah sebagaimana kami mencintai Makkah atau lebih dari itu.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim) Doa ini menunjukkan kedudukan istimewa Madinah di sisi Rasulullah ﷺ dan di sisi Allah ﷻ. Syafaat Rasulullah ﷺ bagi Orang yang Wafat di Madinah Para ulama menjelaskan bahwa keutamaan meninggal di Madinah bukan berarti seseorang harus berniat mencari kematian, namun jika Allah menakdirkan wafat di Madinah, maka hal itu adalah karunia besar. Wafat di kota ini menjadi sebab mendapatkan syafaat Rasulullah ﷺ dan tanda kemuliaan akhir kehidupan seorang hamba. Bagi jamaah umroh dan haji, berada di Madinah menjadi kesempatan besar untuk memperbanyak ibadah, shalat di Masjid Nabawi, berziarah ke makam Rasulullah ﷺ, dan memohon kepada Allah agar diwafatkan dalam keadaan iman dan husnul khatimah. Keutamaan meninggal di Madinah hendaknya menjadi motivasi untuk mencintai kota Rasulullah ﷺ, menjaga adab selama berada di sana, serta meneladani akhlak dan sunnah beliau dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Allah ﷻ memberikan kita kecintaan kepada Madinah, menerima ibadah yang dilakukan di dalamnya, dan jika Allah menakdirkan wafat di kota tersebut, semoga kita mendapatkan syafaat Rasulullah ﷺ dan rahmat Allah yang luas. Referensi Ilmiah

Pahala Shalat Sunnah di Masjid Quba

zamzamumroh.id – Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun dalam sejarah Islam. Masjid ini memiliki kedudukan istimewa karena dibangun atas dasar ketakwaan sejak hari pertama. Setiap muslim yang berkesempatan mengunjungi Madinah sangat dianjurkan untuk mendatangi Masjid Quba dan melaksanakan shalat sunnah di dalamnya, karena pahalanya yang besar di sisi Allah ﷻ. Masjid yang Didirikan atas Dasar Ketakwaan Allah ﷻ berfirman: لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ “Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih layak untuk engkau shalat di dalamnya.”(QS. At-Taubah: 108) Mayoritas ulama tafsir menjelaskan bahwa ayat ini merujuk kepada Masjid Quba, yang dibangun oleh Rasulullah ﷺ bersama para sahabatnya ketika pertama kali tiba di Madinah. Rasulullah ﷺ sangat memuliakan Masjid Quba dan rutin mengunjunginya. Dalam sebuah hadis disebutkan: كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَأْتِي مَسْجِدَ قُبَاءٍ كُلَّ سَبْتٍ مَاشِيًا وَرَاكِبًا فَيُصَلِّي فِيهِ رَكْعَتَيْنِ “Rasulullah ﷺ biasa mendatangi Masjid Quba setiap hari Sabtu, baik berjalan kaki maupun berkendara, lalu beliau shalat dua rakaat di dalamnya.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim) Hadis ini menunjukkan sunnah Rasulullah ﷺ untuk mengunjungi Masjid Quba dan melaksanakan shalat sunnah di dalamnya. Pahala Shalat di Masjid Quba Setara Umroh Keutamaan shalat sunnah di Masjid Quba dijelaskan secara khusus oleh Rasulullah ﷺ dalam hadis berikut: مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ أَتَى مَسْجِدَ قُبَاءٍ فَصَلَّى فِيهِ كَانَ لَهُ كَأَجْرِ عُمْرَةٍ “Barang siapa bersuci di rumahnya, kemudian datang ke Masjid Quba lalu shalat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala umroh.”(HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah) Hadis ini menunjukkan betapa besar pahala shalat sunnah di Masjid Quba. Para ulama menjelaskan bahwa kesetaraan tersebut adalah dalam pahala, bukan menggugurkan kewajiban umroh. Shalat sunnah di Masjid Quba menjadi amalan yang ringan namun bernilai besar. Jamaah dianjurkan untuk menjaga niat ikhlas, bersuci dengan sempurna, dan melaksanakan shalat dengan khusyuk agar mendapatkan keutamaan yang dijanjikan. Meneladani Sunnah Rasulullah ﷺ Melalui Ziarah ke Masjid Quba Selain pahala besar, shalat di Masjid Quba juga menjadi sarana meneladani sunnah Rasulullah ﷺ dan memperkuat kecintaan kepada beliau. Setiap langkah menuju Masjid Quba, setiap rakaat shalat yang dikerjakan, insyaAllah menjadi amal shalih yang dicatat di sisi Allah ﷻ. Bagi jamaah umroh dan haji, mengunjungi Masjid Quba dan melaksanakan shalat sunnah di dalamnya adalah kesempatan berharga yang tidak sepatutnya dilewatkan. Namun, sebagaimana ibadah lainnya, adab, ketertiban, dan kenyamanan sesama jamaah harus tetap dijaga. Semoga Allah ﷻ menerima setiap shalat sunnah yang dikerjakan di Masjid Quba, melipatgandakan pahalanya, dan menjadikannya sebagai sebab turunnya rahmat dan keberkahan. Referensi Ilmiah

Keutamaan Berziarah ke Makam Rasulullah ﷺ

zamzamumroh.id – Berziarah ke makam Rasulullah ﷺ di Madinah merupakan salah satu amalan yang sangat mulia dan penuh makna bagi kaum muslimin. Ziarah ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati untuk menumbuhkan kecintaan, penghormatan, dan keteladanan kepada Rasulullah ﷺ. Keutamaan Masjid Nabawi sebagai Tempat Mulia Makam Rasulullah ﷺ berada di Masjid Nabawi, masjid yang memiliki keutamaan besar. Ketika seorang muslim berziarah ke makam beliau, hendaknya dilakukan dengan penuh adab, keikhlasan, dan mengikuti tuntunan syariat. Allah ﷻ berfirman: وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا “Dan sungguh, sekiranya mereka ketika menzalimi diri mereka datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.”(QS. An-Nisa: 64) Ayat ini menunjukkan anjuran untuk mendatangi Rasulullah ﷺ sebagai bentuk penghormatan dan pengakuan terhadap kedudukan beliau, yang oleh para ulama dipahami sebagai dalil keutamaan berziarah ke makam beliau setelah wafat. Hadis-Hadis tentang Keutamaan Ziarah ke Makam Rasulullah ﷺ Rasulullah ﷺ bersabda: مَنْ زَارَ قَبْرِي وَجَبَتْ لَهُ شَفَاعَتِي “Barang siapa menziarahi kuburku, maka ia berhak mendapatkan syafaatku.”(HR. Ad-Daraquthni) Hadis ini—yang oleh sebagian ulama dinilai memiliki kelemahan sanad namun dikuatkan oleh riwayat-riwayat lain—sering dijadikan dasar oleh para ulama tentang keutamaan ziarah ke makam Rasulullah ﷺ. Dalam hadis lain disebutkan: مَنْ صَلَّى عَلَيَّ عِنْدَ قَبْرِي سَمِعْتُهُ “Barang siapa bershalawat kepadaku di dekat kuburku, maka aku mendengarnya.”(HR. Al-Baihaqi) Ziarah ke makam Rasulullah ﷺ juga menjadi sarana untuk memperbanyak shalawat. Rasulullah ﷺ bersabda: مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا “Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali.”(HR. Muslim) Keutamaan lain dari ziarah ke makam Rasulullah ﷺ adalah mengingatkan seorang muslim akan kehidupan akhirat dan memperkuat komitmen untuk mengikuti sunnah beliau. Ziarah bukan untuk meminta kepada selain Allah, tetapi sebagai bentuk cinta, penghormatan, dan doa. Rasulullah ﷺ bersabda: كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ أَلَا فَزُورُوهَا “Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, sekarang berziarahlah kalian.”(HR. Muslim) Ziarah ke makam Rasulullah ﷺ hendaknya dilakukan dengan adab: mengucapkan salam, bershalawat, mendoakan beliau, dan tidak melakukan perbuatan yang bertentangan dengan tauhid. Hikmah Ziarah ke Makam Rasulullah ﷺ bagi Kehidupan Muslim Semoga Allah ﷻ memberikan kesempatan kepada kita untuk berziarah ke makam Rasulullah ﷺ dengan penuh adab dan keikhlasan, menumbuhkan kecintaan kepada beliau, serta mendapatkan syafaatnya di hari kiamat. Referensi Ilmiah Al-Qadhi ‘Iyadh, Asy-Syifa’

Pahala dan Keutamaan Beribadah di Raudhah

zamzamumroh.id – Raudhah adalah salah satu tempat paling mulia di Masjid Nabawi. Letaknya berada di antara rumah Rasulullah ﷺ dan mimbar beliau. Setiap muslim yang berkesempatan beribadah di Raudhah sejatinya sedang berada di tempat yang memiliki keutamaan sangat besar, bahkan Rasulullah ﷺ menyebutnya sebagai bagian dari taman-taman surga. Hadis tentang Keutamaan Raudhah sebagai Taman Surga Rasulullah ﷺ bersabda: مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ “Antara rumahku dan mimbarku terdapat taman di antara taman-taman surga.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim) Hadis ini menjadi dasar utama keutamaan Raudhah dan menjelaskan kemuliaan beribadah di dalamnya. Allah ﷻ memerintahkan kaum muslimin untuk memuliakan rumah-rumah-Nya dan memperbanyak ibadah di dalamnya. Allah ﷻ berfirman: فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ “Di rumah-rumah (masjid) yang Allah izinkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya.”(QS. An-Nur: 36) Raudhah termasuk bagian dari Masjid Nabawi yang paling dimuliakan. Ibadah yang dilakukan di dalamnya, baik shalat, doa, dzikir, maupun membaca Al-Qur’an, memiliki keutamaan yang sangat besar di sisi Allah ﷻ. Beribadah di Raudhah juga memiliki nilai spiritual yang mendalam karena tempat ini merupakan lokasi Rasulullah ﷺ sering beribadah, berdoa, dan menyampaikan ajaran Islam kepada para sahabat. Shalat dan doa di Raudhah menjadi sarana meneladani Rasulullah ﷺ secara langsung. Para ulama menjelaskan bahwa Raudhah disebut sebagai taman surga karena dua makna. Pertama, karena ibadah di dalamnya menjadi sebab seseorang masuk surga. Kedua, karena ketenangan, kekhusyukan, dan rahmat Allah yang turun di tempat tersebut menyerupai kenikmatan taman surga. Adab dan Etika Beribadah di Raudhah Namun, keutamaan Raudhah tidak boleh menjadi alasan untuk bersikap tidak tertib atau menyakiti jamaah lain. Rasulullah ﷺ sangat menekankan adab dan akhlak dalam beribadah. Oleh karena itu, jamaah dianjurkan untuk beribadah di Raudhah dengan penuh ketenangan, kesabaran, dan saling menghormati. Kesempatan beribadah di Raudhah adalah nikmat besar yang tidak semua orang dapatkan. Oleh karena itu, hendaknya setiap jamaah memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya, memperbanyak doa, shalat sunnah, dan dzikir, seraya berharap rahmat dan ampunan Allah ﷻ. Semoga Allah ﷻ menerima setiap ibadah yang dilakukan di Raudhah, mengabulkan doa-doa yang dipanjatkan, dan menjadikannya sebagai sebab diraihnya surga dan ridha-Nya. Referensi Ilmiah