PT. Zam Zam Tour & Travel

Pahala Mencari Lailatul Qadar di Masjidil Haram

zamzamumroh.id – Lailatul Qadar adalah malam yang paling mulia dalam setahun. Malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan ini menjadi waktu terbaik bagi seorang muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah ﷻ dengan berbagai bentuk ibadah. Mencari Lailatul Qadar di Masjidil Haram, tempat paling mulia di muka bumi, merupakan kesempatan yang sangat besar dan penuh keberkahan. Dalil Al-Qur’an tentang Lailatul Qadar Allah ﷻ berfirman: لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ “Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”(QS. Al-Qadr: 3) Ayat ini menunjukkan bahwa ibadah yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar memiliki pahala yang jauh lebih besar dibandingkan ibadah selama seribu bulan. Rasulullah ﷺ menganjurkan umatnya untuk bersungguh-sungguh mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Beliau bersabda: تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ “Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim) Pahala Ibadah di Masjidil Haram pada Malam Lailatul Qadar Masjidil Haram memiliki keutamaan yang sangat besar. Setiap ibadah yang dilakukan di dalamnya dilipatgandakan pahalanya. Rasulullah ﷺ bersabda: صَلَاةٌ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ خَيْرٌ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ “Shalat di Masjidil Haram lebih utama daripada seratus ribu shalat di masjid lainnya.”(HR. Ahmad) Jika ibadah shalat saja dilipatgandakan pahalanya hingga seratus ribu kali lipat, maka ibadah yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar di Masjidil Haram tentu memiliki keutamaan dan pahala yang sangat besar, yang hanya Allah ﷻ yang mengetahui kadar balasannya. Rasulullah ﷺ juga menjelaskan keutamaan ibadah pada malam Lailatul Qadar: مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ “Barang siapa menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim) Hadis ini menunjukkan bahwa mencari dan menghidupkan Lailatul Qadar adalah sebab besar diampuninya dosa-dosa seorang hamba. Doa Terbaik di Malam Lailatul Qadar Amalan yang dianjurkan ketika mencari Lailatul Qadar antara lain shalat malam, membaca Al-Qur’an, dzikir, doa, dan istighfar. Aisyah radhiyallahu ‘anha bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang doa yang dibaca jika mendapatkan Lailatul Qadar, maka beliau bersabda: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”(HR. At-Tirmidzi) Mencari Lailatul Qadar di Masjidil Haram adalah nikmat yang sangat besar. Jutaan malaikat turun membawa rahmat dan keberkahan, sementara doa-doa dipanjatkan di tempat yang paling dicintai Allah. Kesempatan ini hendaknya dimanfaatkan dengan penuh kesungguhan, keikhlasan, dan adab, tanpa melupakan kenyamanan jamaah lain. Semoga Allah ﷻ memberikan kesempatan kepada kita untuk meraih Lailatul Qadar di Masjidil Haram, menerima seluruh amal ibadah, mengampuni dosa-dosa, dan melipatgandakan pahala dengan rahmat-Nya. Referensi Ilmiah

Pahala Shalat Sunnah di Masjid Quba

zamzamumroh.id – Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun dalam sejarah Islam. Masjid ini memiliki kedudukan istimewa karena dibangun atas dasar ketakwaan sejak hari pertama. Setiap muslim yang berkesempatan mengunjungi Madinah sangat dianjurkan untuk mendatangi Masjid Quba dan melaksanakan shalat sunnah di dalamnya, karena pahalanya yang besar di sisi Allah ﷻ. Masjid yang Didirikan atas Dasar Ketakwaan Allah ﷻ berfirman: لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ “Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih layak untuk engkau shalat di dalamnya.”(QS. At-Taubah: 108) Mayoritas ulama tafsir menjelaskan bahwa ayat ini merujuk kepada Masjid Quba, yang dibangun oleh Rasulullah ﷺ bersama para sahabatnya ketika pertama kali tiba di Madinah. Rasulullah ﷺ sangat memuliakan Masjid Quba dan rutin mengunjunginya. Dalam sebuah hadis disebutkan: كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَأْتِي مَسْجِدَ قُبَاءٍ كُلَّ سَبْتٍ مَاشِيًا وَرَاكِبًا فَيُصَلِّي فِيهِ رَكْعَتَيْنِ “Rasulullah ﷺ biasa mendatangi Masjid Quba setiap hari Sabtu, baik berjalan kaki maupun berkendara, lalu beliau shalat dua rakaat di dalamnya.”(HR. Al-Bukhari dan Muslim) Hadis ini menunjukkan sunnah Rasulullah ﷺ untuk mengunjungi Masjid Quba dan melaksanakan shalat sunnah di dalamnya. Pahala Shalat di Masjid Quba Setara Umroh Keutamaan shalat sunnah di Masjid Quba dijelaskan secara khusus oleh Rasulullah ﷺ dalam hadis berikut: مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ أَتَى مَسْجِدَ قُبَاءٍ فَصَلَّى فِيهِ كَانَ لَهُ كَأَجْرِ عُمْرَةٍ “Barang siapa bersuci di rumahnya, kemudian datang ke Masjid Quba lalu shalat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala umroh.”(HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah) Hadis ini menunjukkan betapa besar pahala shalat sunnah di Masjid Quba. Para ulama menjelaskan bahwa kesetaraan tersebut adalah dalam pahala, bukan menggugurkan kewajiban umroh. Shalat sunnah di Masjid Quba menjadi amalan yang ringan namun bernilai besar. Jamaah dianjurkan untuk menjaga niat ikhlas, bersuci dengan sempurna, dan melaksanakan shalat dengan khusyuk agar mendapatkan keutamaan yang dijanjikan. Meneladani Sunnah Rasulullah ﷺ Melalui Ziarah ke Masjid Quba Selain pahala besar, shalat di Masjid Quba juga menjadi sarana meneladani sunnah Rasulullah ﷺ dan memperkuat kecintaan kepada beliau. Setiap langkah menuju Masjid Quba, setiap rakaat shalat yang dikerjakan, insyaAllah menjadi amal shalih yang dicatat di sisi Allah ﷻ. Bagi jamaah umroh dan haji, mengunjungi Masjid Quba dan melaksanakan shalat sunnah di dalamnya adalah kesempatan berharga yang tidak sepatutnya dilewatkan. Namun, sebagaimana ibadah lainnya, adab, ketertiban, dan kenyamanan sesama jamaah harus tetap dijaga. Semoga Allah ﷻ menerima setiap shalat sunnah yang dikerjakan di Masjid Quba, melipatgandakan pahalanya, dan menjadikannya sebagai sebab turunnya rahmat dan keberkahan. Referensi Ilmiah

Rekomendasi Belanja di Sekitar Masjid Nabawi : Dari Oleh-Oleh Sunnah hingga Cendera Mata Khas Madinah

zamzamumroh.id – Bagi para jamaah umroh atau haji, berkunjung ke Madinah tidak lengkap rasanya tanpa membawa pulang oleh-oleh dari Tanah Suci. Dan kabar baiknya — di sekitar Masjid Nabawi, kamu bisa menemukan berbagai pusat belanja dan toko tradisional yang menawarkan barang-barang khas dengan harga terjangkau dan kualitas terbaik. Berikut beberapa rekomendasi tempat belanja paling populer dan informatif di sekitar Masjid Nabawi! 1. Pusat Perbelanjaan di Area Utara Masjid Nabawi Tepat di sekitar pagar utara Masjid Nabawi terdapat deretan pertokoan modern dan kios tradisional.Di sini, kamu bisa menemukan: Kebanyakan pedagang di sini sudah terbiasa dengan jamaah Indonesia, jadi bisa tawar-menawar dengan santai dalam bahasa Indonesia! 2. Souq Taiba (Pasar Taiba) Ini dia pasar legendaris di Madinah, hanya beberapa langkah dari Masjid Nabawi.Souq Taiba terkenal dengan: Suasananya ramai dan penuh warna suara pedagang, aroma oud, dan senyum jamaah dari berbagai negara menambah suasana khas Timur Tengah. 3. Pasar Kurma Madinah (Souq Al-Tumour) Kalau ingin mencari oleh-oleh paling dicari, inilah tempatnya. Hanya berjarak sekitar 10 menit dari Masjid Nabawi, pasar ini menjual berbagai jenis kurma: Ajwa, Sukari, Safawi, Anbara, dan masih banyak lagi. Kamu bisa mencicipi langsung sebelum membeli, dan harganya biasanya lebih murah daripada di area hotel. Beberapa toko juga menyediakan kemasan rapi untuk dibawa pulang ke tanah air. 4. Zamzam Plaza dan Al Noor Mall Bagi jamaah yang ingin belanja dengan suasana lebih modern, Zamzam Plaza dan Al Noor Mall menjadi pilihan. Di sini tersedia butik muslim, toko parfum, hingga toko elektronik. Bahkan beberapa brand internasional juga buka di area ini. Keunggulannya, kamu bisa belanja nyaman dengan pendingin ruangan dan pilihan yang sangat beragam. 5. Toko Cendera Mata di Sekitar Hotel Jamaah Di area hotel-hotel sekitar Masjid Nabawi, seperti Hotel Anwar Al Madinah Movenpick atau Dallah Taibah, terdapat banyak toko kecil yang menjual souvenir khas Madinah seperti: Tempat ini cocok untuk kamu yang ingin belanja cepat tanpa jauh-jauh dari hotel. Tips Belanja untuk Jamaah Umroh: Belanja di sekitar Masjid Nabawi bukan hanya tentang membawa pulang oleh-oleh, tetapi juga bagian dari pengalaman spiritual — menyentuh tanah suci, berbagi berkah, dan membawa kebahagiaan bagi keluarga di rumah. Bersama Zam Zam Tour, kamu tidak hanya beribadah dengan khusyuk, tapi juga diajak menelusuri tempat-tempat belanja terbaik di Madinah, agar setiap kenangan dan oleh-oleh menjadi saksi perjalanan suci yang penuh makna. Referensi:

Tempat yang Harus Dikunjungi Saat Berada di Madinah

zamzamumroh.id – Madinah al-Munawwarah adalah kota suci kedua bagi umat Islam setelah Makkah. Selain menjadi tempat bersemayamnya Rasulullah ﷺ, kota ini menyimpan banyak situs bersejarah yang sarat nilai spiritual dan perjuangan Islam. Bagi jamaah haji maupun umrah, berikut beberapa tempat yang sangat direkomendasikan untuk dikunjungi. 1. Masjid Quba Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun Rasulullah ﷺ setelah hijrah ke Madinah. Keutamaannya sangat besar — siapa yang berwudhu dari rumah lalu shalat dua rakaat di Masjid Quba, maka pahalanya setara dengan satu kali umrah. Suasananya yang sejuk dan arsitektur yang indah menjadikannya salah satu tempat favorit jamaah untuk beribadah. 2. Kebun Kurma Kebun kurma menjadi destinasi populer bagi wisatawan. Pengunjung dapat melihat langsung pohon-pohon kurma yang tumbuh subur, mencicipi berbagai jenis kurma segar — termasuk Ajwa yang terkenal sebagai kurma favorit Rasulullah ﷺ — serta membeli aneka produk kurma sebagai oleh-oleh. 3. Jabal Uhud Gunung Uhud adalah lokasi bersejarah Perang Uhud antara kaum Muslimin dan Quraisy Makkah. Di kaki gunung ini terdapat makam para syuhada, termasuk Sayyidina Hamzah radhiyallāhu ‘anhu. Ziarah ke Uhud mengingatkan umat tentang pengorbanan besar para sahabat demi tegaknya Islam. 4. Bukit Pemanah (Jabal Rumah) Bukit kecil ini adalah tempat pasukan pemanah ditempatkan oleh Rasulullah ﷺ saat Perang Uhud. Dari sini pengunjung dapat melihat area medan perang dengan jelas. Bukit ini menjadi pengingat akan pentingnya ketaatan kepada perintah Rasulullah, karena kekalahan Uhud terjadi akibat sebagian pemanah turun sebelum diperintahkan. 5. Masjid Khandaq (Masjid Al-Fath) Masjid Khandaq, atau Masjid Al-Fath, berada di lokasi Perang Khandaq. Di sinilah Rasulullah ﷺ berdoa memohon pertolongan Allah saat menghadapi pengepungan pasukan sekutu. Masjid ini kini menjadi tempat ziarah penuh makna tentang kekuatan doa dan keimanan dalam menghadapi ujian. Penutup Mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Madinah bukan hanya perjalanan wisata, melainkan perjalanan spiritual. Setiap lokasi menyimpan pelajaran yang memperkuat kecintaan umat kepada Rasulullah ﷺ dan perjuangannya. Bagi siapa pun yang berkesempatan datang ke Madinah, luangkan waktu untuk berziarah dan menyerap nilai-nilai luhur dari kota penuh keberkahan ini.