zamzamumroh.id – Ketika kita berbicara tentang Arab Saudi, pikiran kita sering tertuju pada Makkah dan Madinah — dua kota suci umat Islam. Namun, ada satu tempat yang tak kalah menakjubkan dan sarat sejarah, yaitu Al-Ula — permata tersembunyi di barat laut Arab Saudi yang kini menjadi destinasi wisata sejarah dan alam yang luar biasa.
Sejarah Panjang Al-Ula
Al-Ula terletak sekitar 300 kilometer di utara Madinah, dan sejak ribuan tahun lalu telah menjadi pusat perdagangan penting di Jazirah Arab. Kawasan ini pernah dihuni oleh peradaban Lihyan, Dedan, dan Nabatea yang meninggalkan ukiran batu, reruntuhan kota, serta makam megah kuno.
Salah satu situs paling terkenal di Al-Ula adalah Madain Shalih (atau Hegra), yang merupakan situs warisan dunia pertama UNESCO di Arab Saudi. Tempat ini diyakini sebagai peninggalan kaum Tsamud, yang juga disebut dalam Al-Qur’an sebagai kaum yang mendustakan Nabi Saleh عليه السلام.
Allah berfirman:
“Dan kepada kaum Tsamud, Kami utus saudara mereka, Saleh. Ia berkata: ‘Wahai kaumku, sembahlah Allah, tiada Tuhan bagimu selain Dia.’”
(QS. Hud: 61)
Keindahan Alam yang Memukau
Selain nilai sejarahnya, Al-Ula menawarkan pemandangan alam yang sangat menakjubkan.
Lembah-lembah luas, tebing batu raksasa berwarna kemerahan, serta gurun yang tenang menciptakan suasana yang seolah membawa kita ke masa ribuan tahun lalu. Ikon terkenal Al-Ula adalah Jabal Al-Fil, batu raksasa berbentuk gajah yang terbentuk alami oleh angin dan waktu di padang pasir.
Banyak wisatawan menggambarkan Al-Ula sebagai “Petra-nya Arab Saudi”, karena kemiripannya dengan situs Nabatea di Yordania, namun dengan suasana yang lebih tenang dan spiritual.
Meskipun Al-Ula dikenal dengan peninggalan kaum terdahulu, tempat ini juga memiliki kaitan penting dalam perjalanan Islam. Wilayahnya menjadi jalur yang dilalui Rasulullah ﷺ dalam perjalanan menuju Tabuk, dan menjadi saksi sejarah penyebaran Islam di bagian utara jazirah Arab. Kini, Al-Ula bukan hanya menjadi situs arkeologi, tapi juga tempat mengenal kebesaran Allah melalui sejarah dan alam.
Melihat keindahan Al-Ula, kita diingatkan bahwa setiap peradaban memiliki masa kejayaannya, tapi hanya iman yang kekal.
Kaum-kaum terdahulu yang kuat dan megah akhirnya lenyap karena kesombongan mereka.
Mereka meninggalkan batu-batu besar, namun tidak meninggalkan ketaatan.
Itulah pelajaran terbesar dari Al-Ula:
bahwa keindahan dan kekuatan tanpa iman hanyalah bayangan yang hilang ditelan waktu.
Referensi:
Catatan perjalanan Zam Zam Tour.
Al-Qur’an, Surah Hud ayat 61–68.
UNESCO World Heritage Centre – Madain Salih (Al-Hijr).
Saudi Tourism Authority – Experience AlUla.
Ar-Raheeq al-Makhtum – Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri.







