PT. Zam Zam Tour & Travel

Madinah dan Makna Hijrah dalam Kehidupan Modern 

zamzamumroh.id – Ketika nama Madinah disebut, yang terlintas bukan hanya kota suci tempat bersemayamnya Rasulullah ﷺ, tapi juga simbol perubahan besar dalam sejarah Islam Hijrah. Peristiwa hijrah dari Makkah ke Madinah bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan perpindahan nilai, arah hidup, dan cara berpikir. Dan makna hijrah itu tetap relevan, bahkan sangat dibutuhkan di kehidupan modern saat ini.

Hijrah: Awal Sebuah Perubahan

Hijrah Rasulullah ﷺ dan para sahabat terjadi bukan karena kelemahan, tapi karena strategi perubahan. Di Makkah, dakwah tertahan oleh penindasan. Namun di Madinah, Islam tumbuh menjadi peradaban yang membawa keadilan dan kasih sayang.

Hijrah mengajarkan bahwa perubahan membutuhkan keberanian meninggalkan zona nyaman, meninggalkan kebiasaan buruk, menuju kehidupan yang lebih bermakna.
Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah.”
(QS. Al-Baqarah: 218)

Makna Hijrah di Era Modern

Kini, kita tidak lagi berhijrah dengan unta dan pasir. Namun tantangan zaman modern justru menuntut hijrah yang lebih besar hijrah hati, pikiran, dan perilaku.

Hijrah dari kelalaian menuju kesadaran.
Hijrah dari kecanduan dunia menuju keseimbangan akhirat.
dan Hijrah dari sekadar mencari kesenangan menjadi mencari keberkahan.

Bekerja dengan jujur, menjaga amanah, menahan diri dari ghibah dan maksiat, memperbaiki hubungan dengan sesama semua itu bagian dari hijrah di masa kini. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Seorang muhajir (orang yang berhijrah) adalah yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.”
(HR. Bukhari)

Hadis ini menegaskan bahwa makna hijrah bukan hanya berpindah tempat, tapi berpindah dari gelap menuju terang, dari dosa menuju taubat.

Madinah: Simbol Cinta, Kedamaian, dan Perubahan

Madinah yang berarti “kota penuh peradaban” menjadi saksi bahwa perubahan bisa menciptakan kedamaian. Di sanalah Rasulullah ﷺ mempersatukan kaum Muhajirin dan Anshar, dua kelompok yang berbeda asal dan budaya, menjadi satu umat.
Inilah pelajaran besar bagi kita di dunia modern : bahwa keberagaman bukan penghalang, tapi kekuatan jika disatukan dengan iman dan kasih sayang.

Menapaki Jejak Hijrah Bersama Zam Zam Tour

Ketika jamaah berkunjung ke Madinah bersama Zam Zam Tour, mereka bukan hanya menziarahi kota, tapi juga menziarahi makna. Masjid Quba, tempat Rasulullah ﷺ pertama kali shalat setelah hijrah, menjadi pengingat bahwa setiap langkah menuju kebaikan bernilai besar di sisi Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa berwudhu di rumahnya, lalu datang ke Masjid Quba dan shalat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala umrah.”
(HR. Ibnu Majah)

Setiap tempat di Madinah mengajarkan kita makna hijrah untuk selalu memperbarui diri, memperbaiki niat, dan memperkuat iman.

Madinah adalah lambang cinta dan perubahan. Hijrah adalah pesan abadi: bahwa setiap manusia berhak berubah, dan Allah selalu membuka jalan bagi yang ingin memperbaiki diri.

Dalam hiruk pikuk dunia modern, marilah kita meneladani semangat hijrah Rasulullah ﷺ
dari gelisah menuju tenang, dari lalai menuju taat, dari dunia menuju ridha Allah.

Hijrah bukan tentang pergi jauh, tapi tentang mendekat kepada Allah.


Referensi:

  1. Shahih Bukhari, Kitab al-Iman.
  2. Tafsir Ibnu Katsir, QS. Al-Baqarah: 218.
  3. Sirah Nabawiyyah Ibnu Hisham.
  4. Ar-Raheeq al-Makhtum – Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri.
  5. Catatan ziarah Madinah – Zam Zam Tour.

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *