zamzamumroh.id – Siapa pun yang pernah berkunjung ke Masjid Nabawi pasti akan terpesona oleh pemandangan luar biasa di pelatarannya: deretan payung raksasa yang terbuka setiap pagi dan menutup menjelang malam. Payung-payung ini bukan sekadar pelindung dari panas matahari Madinah, tapi juga simbol kecanggihan teknologi modern yang berpadu dengan nilai spiritual.
Sejarah Pemasangan Payung Raksasa di Masjid Nabawi
Payung raksasa di Masjid Nabawi mulai dipasang pada tahun 2010, sebagai bagian dari proyek perluasan besar-besaran yang dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi untuk meningkatkan kenyamanan para jamaah. Madinah dikenal memiliki suhu yang sangat panas, terutama di musim panas yang bisa mencapai lebih dari 45°C. Oleh karena itu, payung raksasa ini dirancang untuk memberikan keteduhan dan kenyamanan bagi jamaah yang beribadah atau menunggu waktu shalat di halaman masjid.
Spesifikasi dan Jumlah Payung Raksasa
Terdapat 250 payung raksasa yang terpasang di area pelataran Masjid Nabawi.
Masing-masing payung memiliki tinggi sekitar 20 meter, dengan diameter bentangan mencapai 26 meter ketika terbuka penuh. Ketika seluruh payung terbuka bersamaan, luas area yang terlindungi bisa mencapai 143.000 meter persegi — cukup untuk menampung ratusan ribu jamaah dalam suasana teduh dan nyaman.
Teknologi Sensor Otomatis pada Payung
Yang menakjubkan, setiap payung memiliki sensor otomatis yang mengatur waktu buka dan tutup sesuai dengan kondisi cuaca dan posisi matahari. Pada pagi hari, payung akan terbuka perlahan, dan menjelang malam, semuanya menutup dengan rapi seperti bunga yang kembali ke kuncupnya.
Material dan Desain Berkualitas Tinggi
Payung-payung ini dibuat dengan teknologi tinggi oleh firma Jerman, Liebherr perusahaan yang juga dikenal dalam pembuatan crane dan sistem mekanik raksasa. Payung dibuat dari kain teflon khusus PTFE yang tahan panas ekstrem, kuat, serta mampu menghadapi angin kencang dan debu gurun.
Sistem Pendingin Alami di Pelataran Masjid
Setiap payung juga dilengkapi sistem pendingin alami, di mana udara panas dialirkan melalui pipa di bawah lantai marmer, kemudian dikeluarkan melalui ventilasi di tiang payung.
Hasilnya, suhu di area pelataran bisa turun hingga 10°C lebih sejuk dibandingkan suhu di luar pagar masjid.
Payung-payung ini bukan hanya canggih, tapi juga indah dan sarat makna spiritual. Ketika terbuka, bentuknya menyerupai kelopak bunga raksasa, melambangkan kesejukan dan rahmat Allah yang menaungi para jamaah. Bagian bawah payung dihiasi ukiran geometris Islami dengan warna keemasan yang menambah suasana agung dan damai.
Bahkan, saat malam tiba dan payung tertutup, tiang-tiangnya tetap menjadi hiasan arsitektur yang megah, diterangi cahaya lampu lembut yang memantulkan keindahan Masjid Nabawi.
Payung ini juga dirancang agar selaras dengan aktivitas ibadah. Saat shalat Jumat atau shalat hari raya, payung membantu menjaga kesejukan di area luar masjid yang penuh dengan jamaah.
Selain itu, air hujan dialirkan melalui sistem drainase canggih agar tidak menggenang di area shalat, menjaga kebersihan dan kenyamanan.
Semua kecanggihan ini menjadi bukti nyata bagaimana teknologi modern bisa digunakan untuk mendukung ibadah umat Islam dengan tetap menjaga keindahan dan kesucian masjid.
Melihat payung-payung raksasa di Masjid Nabawi mengajarkan kita tentang rahmat dan kasih sayang Allah. Di bawah naungannya, jamaah dari berbagai negara berkumpul, berdoa, dan bersyukur dalam suasana damai. Dan setiap kali payung itu terbuka, seakan mengingatkan kita bahwa Allah selalu menaungi hamba-Nya dengan kasih dan perlindungan.
Payung di Masjid Nabawi bukan sekadar karya arsitektur megah, tetapi simbol keseimbangan antara iman dan kemajuan, antara spiritualitas dan teknologi. Di balik setiap tiangnya, tersimpan pesan sederhana:
bahwa kemajuan sejati adalah yang mendekatkan manusia kepada Allah.
Referensi:
- Saudi Press Agency – Masjid Nabawi Expansion Projects.
- General Presidency for the Affairs of the Two Holy Mosques.
- Liebherr Engineering Report, 2010.
- Saudi Gazette – “Giant Umbrellas Bring Comfort to Worshipers.”
- Catatan lapangan Zam Zam Tour, Madinah 2024.







