zamzamumroh.id – Bagi siapa pun yang pernah menginjakkan kaki di Masjid Nabawi, pemandangan para petugas berpakaian rapi dengan seragam biru tua atau cokelat muda pasti terasa khas dan menenangkan. Mereka bukan sekadar polisi biasa, tapi penjaga kehormatan Masjid Nabawi pelindung, pengatur, sekaligus pelayan bagi jutaan jamaah dari seluruh dunia.
Petugas di Masjid Nabawi disebut sebagai “Al-Murabithun”, atau secara umum dikenal sebagai Polisi Masjid Nabawi. Mereka berada di bawah naungan Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci (Al-Riasah Al-Ammah li Syu’un Al-Masjid Al-Haram wal-Masjid An-Nabawi) yang bekerja sama dengan kepolisian kota Madinah.
Tanggung Jawab Harian
Tugas mereka tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga mengatur ketertiban, membantu jamaah, mengarahkan shalat, dan memastikan kesucian masjid tetap terjaga. Bahkan, sebagian besar dari mereka telah menjalani pelatihan khusus dalam etika pelayanan tamu Allah.
Para petugas bekerja 24 jam tanpa henti, bergantian dalam beberapa shift.
Mereka memiliki tanggung jawab utama, di antaranya:
- Menjaga ketertiban saat shalat berjamaah, terutama di waktu padat seperti Ramadhan dan musim haji.
- Membantu jamaah yang tersesat, kehilangan barang, atau membutuhkan pertolongan medis.
- Memastikan kebersihan dan kesucian area masjid.
- Menjaga Raudhah area suci di antara rumah dan mimbar Rasulullah ﷺ agar jamaah dapat beribadah dengan tertib.
Yang menakjubkan, para petugas ini berbicara berbagai bahasa, termasuk Inggris, Urdu, Turki, Melayu, dan Indonesia. Semua itu untuk melayani jamaah dari seluruh penjuru dunia dengan senyum dan kesabaran.
5 Fakta Unik Tentang Polisi Masjid Nabawi
- Pelatihan Spiritual dan Etika Khusus:
Sebelum bertugas, mereka mendapatkan pelatihan tentang adab di masjid, akhlak pelayanan, hingga cara menenangkan jamaah yang panik atau kehilangan. - Selalu Siaga dan Ramah:
Meskipun disiplin, mereka dikenal sangat lembut. Jika ada jamaah melanggar aturan tanpa sengaja, mereka menegur dengan sopan sambil menunjukkan arah yang benar. - Teknologi Keamanan Canggih:
Area Masjid Nabawi dipantau oleh ribuan kamera CCTV modern yang dioperasikan dari ruang kontrol pusat. Semua demi menjaga keamanan jamaah tanpa mengganggu suasana ibadah. - Seragam yang Berbeda untuk Setiap Tugas:
Warna seragam menunjukkan divisi kerja. Ada yang bertugas di bagian dalam masjid, ada yang di area Raudhah, dan ada pula yang fokus menjaga pelataran serta pintu masuk. - Dilandasi Niat Ibadah:
Bagi mereka, menjaga Masjid Nabawi bukan sekadar pekerjaan, tapi ibadah mulia. Mereka menyadari bahwa setiap langkah mereka di tanah suci ini bernilai pahala besar.
Keteladanan dan Nilai Spiritual Para Penjaga
Ketulusan mereka seolah mencerminkan sabda Rasulullah ﷺ:
“Barang siapa menjaga satu jalan menuju masjid, maka baginya pahala seperti orang yang berjaga di perbatasan Islam.”
(HR. Thabrani)
Senyum ramah mereka saat membantu jamaah, kesigapan dalam menjaga ketertiban, dan kelembutan dalam memberi arahan, semua menggambarkan akhlak Islam yang diajarkan Nabi ﷺ.
Melihat para penjaga Masjid Nabawi bekerja dengan penuh ketulusan membuat kita merenung bahwa pelayanan terhadap tamu Allah adalah salah satu amal yang paling mulia. Mereka bekerja tanpa sorotan, namun kehadirannya membuat jutaan jamaah bisa beribadah dengan aman dan nyaman.
Penutup
Polisi dan petugas Masjid Nabawi bukan hanya penjaga bangunan megah, tetapi penjaga ketenangan hati para jamaah. Mereka mengajarkan kepada kita arti dari pengabdian, keikhlasan, dan tanggung jawab dalam beribadah.
Maka, ketika kamu berkunjung ke Masjid Nabawi bersama Zam Zam Tour, semoga senyum mereka menjadi pengingat bahwa setiap pelayanan di tempat suci ini adalah bentuk cinta kepada Allah dan Rasul-Nya ﷺ.
Referensi:
- General Presidency for the Affairs of the Two Holy Mosques, Madinah Security Division Report.
- Saudi Press Agency – Masjid Nabawi Security and Services Overview.
- Arab News – “Meet the Guardians of Al-Masjid An-Nabawi.”
- Hadis riwayat Thabrani dan Bukhari tentang menjaga masjid.
- Catatan lapangan Zam Zam Tour, Madinah 2024.







