Pengantar
zamzamumroh.id – Raudhah adalah salah satu tempat paling mulia di Masjid Nabawi dan di seluruh muka bumi. Rasulullah ﷺ bersabda, “Antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dari hadis inilah tempat itu dikenal dengan nama ar-Raudhah asy-Syarifah, yang berarti taman yang mulia. Lokasinya berada di antara rumah Nabi ﷺ — tempat beliau dimakamkan — dan mimbar tempat beliau berdiri menyampaikan khutbah.
Makna dan Asal Nama Raudhah Masjid Nabawi
Nama Raudhah Masjid Nabawi berasal dari hadis Nabi ﷺ yang menggambarkan area tersebut sebagai taman surga. Kata raudhah sendiri berarti taman atau kebun yang hijau dan menenangkan. Karena keutamaannya, area ini dikenal sebagai tempat yang penuh keberkahan dan doa yang mustajab.
Letak dan Ukuran
Secara fisik, Raudhah terletak di antara kamar Nabi ﷺ (tempat beliau dimakamkan) dan mimbar tempat beliau menyampaikan khutbah. Panjangnya sekitar 22 meter dan lebarnya 15 meter.
Meskipun tidak luas, maknanya sangat besar bagi umat Islam. Di area inilah para jamaah berdoa dengan penuh kekhusyukan, memohon ampunan, dan mengungkapkan kerinduan kepada Rasulullah ﷺ.
Sejarah Raudhah pada Masa Rasulullah ﷺ
Pada masa Rasulullah ﷺ, bagian ini merupakan area dalam Masjid Nabawi yang digunakan untuk beribadah, belajar, dan menerima tamu. Dinding dan tiangnya sederhana, beratap pelepah kurma, namun di sanalah para sahabat mendengar wahyu, belajar Al-Qur’an, dan memperkuat iman mereka.
Raudhah Masjid Nabawi menjadi saksi kehidupan spiritual umat Islam di masa awal Islam, tempat di mana ilmu dan keimanan tumbuh bersama.
Perkembangan dan Pemeliharaan
Seiring berjalannya waktu, Masjid Nabawi mengalami perluasan dari masa ke masa, namun area Raudhah tetap dipertahankan keasliannya. Pemerintah Islam dari masa Mamluk, Ottoman, hingga Saudi menjaga dan memeliharanya dengan penuh kehormatan.
Kini, pengunjung Raudhah Masjid Nabawi diatur dengan sistem waktu dan jumlah tertentu agar setiap jamaah bisa beribadah dengan tenang dan tertib.
Ciri Khas
Ciri paling mudah dikenali dari Raudhah Masjid Nabawi adalah karpetnya yang berwarna hijau, berbeda dengan karpet merah di bagian lain masjid. Warna hijau ini menjadi penanda area taman surga, tempat banyak orang salat dua rakaat, berdoa, dan menangis dengan haru.
Ziarah ke Raudhah bukanlah ibadah wajib, namun menjadi bentuk cinta dan kerinduan umat kepada Rasulullah ﷺ.
Nilai Spiritual dan Makna Ziarah ke Raudhah
Raudhah Masjid Nabawi bukan sekadar ruang bersejarah. Ia adalah tempat yang menghubungkan hati umat Islam dengan Rasulullah ﷺ. Di sinilah doa-doa tulus naik ke langit, di mana cinta kepada Allah dan Rasul berpadu dalam keheningan yang menenangkan.
Bagi banyak jamaah, bisa salat dan berdoa di Raudhah merupakan pengalaman spiritual yang mendalam — seolah benar-benar berada di taman surga yang dijanjikan.
Penutup
Selama berabad-abad, Raudhah Masjid Nabawi tetap menjadi simbol kedekatan umat dengan Nabi Muhammad ﷺ. Di tempat ini, sejarah, cinta, dan doa berpadu menjadi satu. Setiap langkah di Raudhah adalah pengingat bahwa surga tidak hanya di akhirat, tetapi juga dapat dirasakan di dunia — melalui ketenangan hati yang lahir dari cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.
Referensi
- Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, hadis tentang “antara rumahku dan mimbarku adalah taman surga.”
- Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Madina Munawwara: Sejarah Masjid Nabawi. Madinah: Madinatul Munawwarrah, 2004.
- Abd Al-Fattah Hilmi. The History of Al-Masjid al-Nabawi (Mosque of the Prophet), 1948.








1 Comment
wow mantap