PT. Zam Zam Tour & Travel

Sejarah Pembangunan Masjid Nabawi dari Masa ke Masa

zamzamumroh.id – Masjid Nabawi di Madinah al-Munawwarah adalah salah satu tempat suci paling mulia dalam Islam setelah Masjidil Haram di Makkah. Setiap jamaah umroh pasti mendambakan kesempatan untuk shalat dan berdoa di dalamnya. Namun, di balik kemegahan dan keindahan arsitekturnya saat ini, Masjid Nabawi memiliki sejarah panjang penuh makna spiritual dan perjuangan.

Awal Pembangunan di Zaman Rasulullah ﷺ

Masjid Nabawi dibangun segera setelah Rasulullah ﷺ hijrah dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 M (1 Hijriah). Saat itu, lokasi masjid merupakan tanah milik dua anak yatim, Sahl dan Suhail, yang kemudian dibeli oleh Rasulullah ﷺ.

Bangunan awalnya sangat sederhana — berdinding tanah liat, beratap pelepah kurma, dan beralaskan pasir. Di sisi utara terdapat suffah, tempat tinggal bagi para sahabat miskin yang mendalami ilmu agama. Di sinilah pula Rasulullah ﷺ memimpin shalat, mengajarkan Islam, dan mengatur urusan umat.

Perluasan di Masa Khalifah

1. Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq (11–13 H)

Tidak ada perluasan besar pada masa beliau, karena waktu kekhalifahannya cukup singkat. Namun, beliau menjaga keaslian bangunan Masjid Nabawi dan memastikan tetap menjadi pusat kegiatan umat.

2. Khalifah Umar bin Khattab (13–23 H)

Masjid diperluas untuk menampung jumlah jamaah yang semakin banyak. Dindingnya dibuat dari batu bata dan atapnya lebih tinggi. Ini adalah renovasi pertama yang cukup signifikan.

3. Khalifah Utsman bin Affan (29–30 H)

Beliau memperindah masjid dengan bahan batu yang lebih kokoh dan atap dari kayu jati. Utsman juga menambah luas masjid hingga hampir dua kali lipat dari ukuran awal.

Perkembangan di Masa Dinasti

• Dinasti Umayyah (Walid bin Abdul Malik, 88 H)

Pada masa ini, Masjid Nabawi diperluas secara besar-besaran. Kubah pertama dibangun di atas makam Rasulullah ﷺ, dan dekorasi dengan marmer serta ukiran mulai diperkenalkan.

• Dinasti Abbasiyah (abad ke-9 M)

Masjid terus direnovasi dan diperindah. Lampu-lampu minyak dipasang, dan sistem penerangan diatur lebih baik. Arsitektur mulai memperlihatkan ciri khas Islam klasik.

• Dinasti Mamluk dan Ottoman (abad ke-15–19 M)

Renovasi besar terjadi di masa Kesultanan Utsmani (Ottoman). Sultan Abdul Majid memperluas masjid hingga 100 x 128 meter, dengan kubah besar berwarna hijau yang menjadi ikon hingga hari ini — dikenal sebagai Kubah Hijau (Qubbah al-Khadra’).

Perluasan di Era Kerajaan Arab Saudi

Setelah berdirinya Kerajaan Arab Saudi, perluasan Masjid Nabawi dilakukan secara masif dan modern:

• Raja Abdul Aziz Al-Saud (1951 M)

Mulai dilakukan renovasi dengan bahan beton dan marmer. Penerangan listrik pun digunakan untuk pertama kalinya.

• Raja Fahd bin Abdul Aziz (1985–1994 M)

Perluasan terbesar sepanjang sejarah. Masjid Nabawi kini mampu menampung lebih dari 1 juta jamaah. Dibangun pula halaman luar berpilar megah dengan payung-payung raksasa otomatis yang memberikan keteduhan bagi jamaah.

• Raja Salman bin Abdul Aziz (masa kini)

Perawatan dan pengembangan berkelanjutan terus dilakukan, dengan fokus pada kenyamanan jamaah dan kemudahan akses, termasuk sistem pendingin udara raksasa yang menjaga suhu tetap sejuk di tengah panasnya Madinah.

Masjid Nabawi: Simbol Cinta Umat Islam

Masjid Nabawi bukan hanya tempat ibadah — ia adalah simbol cinta dan penghormatan umat Islam kepada Rasulullah ﷺ. Di dalamnya terdapat Raudhah, area antara mimbar dan makam Nabi yang disebut Rasulullah sebagai taman surga.

Bagi jamaah umroh, berziarah dan beribadah di Masjid Nabawi menjadi pengalaman spiritual yang mendalam, menumbuhkan rasa syukur dan ketenangan hati.

Umroh Bersama Zam Zam Tour: Rasakan Kedamaian di Masjid Nabawi

Zam Zam Tour siap mendampingi perjalanan suci Anda menuju Tanah Haram. Nikmati perjalanan ibadah yang nyaman, aman, dan penuh keberkahan dengan layanan profesional serta bimbingan ustaz berpengalaman.

Kunjungi Masjid Nabawi, tempat yang penuh rahmat dan sejarah agung.

Mari berangkat bersama Zam Zam Tour — Aman Amanah Professional

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published. Required fields are marked *