Skip to main content

PT. Zam Zam Tour & Travel

Kenapa Shalat Jumat di Masjidil Haram Terasa Berbeda?

Bagikan:

Shalat Jumat di Masjidil Haram, Makkah, memiliki suasana yang sangat berbeda dibandingkan shalat Jumat di masjid pada umumnya. Ribuan hingga sangat banyak jamaah berkumpul dari berbagai negara, sehingga pelaksanaannya membutuhkan pengaturan yang lebih terstruktur.

Perbedaan tersebut bukan pada kewajiban atau tata cara dasar shalat Jumatnya, tetapi terutama pada skala jamaah, pengaturan waktu, lokasi pelaksanaan, dan suasana ibadahnya.

Khutbah Jumat Dilakukan Sebelum Shalat

Seperti shalat Jumat pada umumnya, rangkaian Jumat di Masjidil Haram diawali dengan khutbah.

Imam menyampaikan dua khutbah sebelum kemudian memimpin shalat Jumat dua rakaat. Karena jumlah jamaah sangat besar, khutbah dan shalat dilaksanakan dengan sistem pengeras suara yang memungkinkan jamaah di berbagai bagian kompleks masjid mengikuti imam.

Baca Juga! Apa yang Terjadi pada Sandal Jamaah yang Tertinggal di Masjidil Haram?

Bagi jamaah yang baru pertama kali melaksanakan Jumat di Masjidil Haram, suasana ini bisa terasa sangat berbeda.

Jamaah Memenuhi Area Masjid

Salah satu hal yang paling mencolok adalah jumlah jamaah.

Area Masjidil Haram dan kawasan di sekitarnya dapat dipenuhi jamaah dari berbagai negara. Mereka datang dengan latar belakang bahasa, budaya, dan kebiasaan yang berbeda, tetapi berkumpul untuk melaksanakan ibadah yang sama.

Karena itu, suasana sebelum Jumat biasanya sudah terasa lebih ramai dibandingkan hari-hari biasa.

Jamaah juga perlu memperhitungkan waktu perjalanan menuju masjid. Area tertentu dapat menjadi sangat padat sehingga berjalan kaki membutuhkan waktu lebih lama.

Suasana Jumat Terasa Lebih Khusyuk

Bagi sebagian jamaah, pengalaman shalat Jumat di depan Ka’bah menjadi salah satu momen yang sulit dilupakan.

Ketika ribuan jamaah berdiri dalam satu saf dan mengikuti imam yang sama, perasaan sebagai bagian dari umat Islam dari berbagai penjuru dunia terasa begitu kuat.

Tidak ada perbedaan antara jamaah dari Indonesia, Turki, Pakistan, Afrika, Eropa, maupun negara lainnya ketika mereka berdiri untuk shalat.

Semua menghadap kiblat yang sama dan mengikuti imam yang sama.

Mengapa Ada Jamaah yang Shalat di Luar Gedung Masjid?

Ketika jumlah jamaah sangat banyak, area di dalam bangunan Masjidil Haram dapat dipenuhi.

Jamaah kemudian dapat berada di area perluasan atau area lain yang diperuntukkan bagi jamaah sesuai pengaturan dan kondisi saat itu.

Namun, tidak semua area di sekitar Masjidil Haram otomatis menjadi tempat shalat yang boleh digunakan. Jamaah perlu mengikuti arahan petugas dan memilih area yang memang diperuntukkan untuk ibadah.

Waktu Jumat di Makkah Juga Berbeda dengan Indonesia

Hal lain yang sering membuat jamaah Indonesia merasa Jumat di Makkah berbeda adalah waktu setempat.

Makkah menggunakan Arabia Standard Time (UTC+3), sedangkan Indonesia memiliki tiga zona waktu. Jawa Tengah, misalnya, menggunakan WIB atau UTC+7.

Artinya, waktu Makkah 4 jam lebih lambat dibandingkan WIB.

Baca Juga! Pelepasan Dua Grup Jamaah Umroh Zam Zam Tour, 17 September 2026

Karena itu, jadwal khutbah dan shalat Jumat di Makkah tentu tidak sama dengan waktu Jumat di Indonesia.

Bukan Hanya Soal Ramainya Jamaah

Keunikan Jumat di Masjidil Haram sebenarnya bukan hanya karena jumlah jamaah yang sangat banyak.

Ada pengalaman spiritual tersendiri ketika seorang Muslim dapat melaksanakan shalat Jumat di salah satu masjid paling suci dalam Islam.

Bagi jamaah umroh, momen tersebut sering menjadi salah satu pengalaman yang paling dikenang setelah kembali ke Indonesia.

Namun, jamaah tetap perlu mempersiapkan diri. Datang lebih awal, menjaga barang bawaan, mengikuti arahan petugas, dan tidak memaksakan diri ketika kondisi terlalu padat merupakan hal penting selama berada di kawasan Masjidil Haram.

Kesimpulan

Shalat Jumat di Masjidil Haram pada dasarnya tetap mengikuti ketentuan shalat Jumat dalam Islam. Yang membuatnya terasa berbeda adalah skala jamaah yang sangat besar, suasana internasional, pengaturan kawasan masjid, serta pengalaman beribadah di dekat Ka’bah.

Bagi jamaah yang mendapatkan kesempatan melaksanakan Jumat di Masjidil Haram, momen tersebut tentu menjadi pengalaman yang sangat berharga.

Semoga setiap jamaah yang berada di Tanah Suci diberikan kesehatan, kemudahan dalam beribadah, dan kesempatan untuk menikmati setiap momen dengan penuh kekhusyukan.

Bagikan:

Tinggalkan pesan ...

Your email address will not be published. Required fields are marked *