SUKOHARJO – Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci. Ada yang mempersiapkannya dengan menabung selama bertahun-tahun. Ada pula yang harus menunggu dalam doa dan harapan. Namun, kesempatan istimewa itu justru datang melalui jalan yang tidak pernah disangka oleh seorang pria sederhana bernama Darno.
Pak Darno, seorang penjual es dung-dung sekaligus marbot Masjid Baitur Ridwan, Joho, Sukoharjo, menjadi salah satu penerima hadiah umroh gratis dari program Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.
Kabar bahagia ini menjadi momen istimewa bagi sosok yang telah mengabdikan dirinya selama puluhan tahun untuk menjaga dan merawat rumah Allah.
Puluhan Tahun Mengabdi sebagai Marbot Masjid
Dalam kesehariannya, Pak Darno menjalani kehidupan sederhana dengan berjualan es dung-dung. Dari pekerjaan tersebut, beliau berusaha memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Di tengah kesibukannya mencari nafkah, ada satu pengabdian yang terus dijalani selama puluhan tahun, yaitu menjadi marbot Masjid Baitur Ridwan di Joho, Sukoharjo.
Membersihkan masjid, merawat lingkungan tempat ibadah, dan memastikan masjid tetap terjaga menjadi bagian dari kesehariannya.
Mungkin tidak banyak orang mengetahui panjangnya perjalanan pengabdian tersebut. Namun, bagi lingkungan masjid, kehadiran seorang marbot memiliki arti penting dalam menjaga rumah Allah agar selalu siap digunakan untuk beribadah.
Hadiah Umroh Gratis dari Pemerintah Kabupaten Sukoharjo
Kini, sebuah kabar membahagiakan datang menghampiri Pak Darno. Beliau terpilih sebagai salah satu penerima hadiah perjalanan umroh gratis melalui program Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.
Kesempatan ini menjadi hadiah istimewa bagi seorang pria yang selama puluhan tahun mengabdikan diri untuk merawat masjid.
Dari keseharian berjualan es dung-dung di jalanan, kini terbuka kesempatan baginya untuk melakukan perjalanan menuju Baitullah.
Tentu, kebahagiaan ini bukan hanya dirasakan oleh Pak Darno. Keluarga dan orang-orang di sekitarnya turut merasakan kebahagiaan atas kesempatan yang diberikan kepadanya.
Dari Menjaga Rumah Allah, Kini Berkesempatan Mengunjungi Baitullah
Kisah Pak Darno mengingatkan kita bahwa pengabdian tidak selalu harus dilakukan melalui sesuatu yang besar atau terlihat oleh banyak orang.
Ada orang-orang sederhana yang terus menjalankan tugasnya dengan tekun. Mereka mungkin tidak dikenal luas, tetapi keberadaannya memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Puluhan tahun merawat masjid menjadi bagian dari perjalanan hidup Pak Darno. Kini, insyaallah beliau berkesempatan menyaksikan langsung Ka’bah dan menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Sebuah perjalanan yang tentu memiliki makna mendalam bagi beliau.
Doa Terbaik untuk Pak Darno
Alhamdulillah, kesempatan istimewa ini patut disyukuri bersama. Semoga perjalanan umroh Pak Darno diberikan kelancaran, kesehatan, keselamatan, dan kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah.
Semoga beliau dapat beribadah dengan khusyuk dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat serta membawa keberkahan.
Terima kasih, Pak Darno, atas pengabdian panjang dalam menjaga rumah Allah. Semoga perjalanan menuju Baitullah menjadi salah satu kenangan terindah dalam kehidupan panjenengan.
Dari menjaga rumah Allah di Joho, kini insyaallah menjadi tamu Allah di Tanah Suci.








